Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru Ijai

BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Nasehat Guru Ijai

Gambar
H. Marino (keempat dari kanan) Pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Langgar Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, Kuala Kapuas, pada hari Senin, 27 Januari 2014, penceramah, Bapak H. Marino menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Saat meninggal tidak bisa ditunda atau dimajukan. Kematian tidak bisa ditebus dengan apapun. Amal saja yang dibawa. Harta akan ditinggal. Suami harus bantu istri agar istri juga bisa melaksanakan shalat berjama'ah Beli pulsa seminggu bisa menghabiskan uang sebanyak Rp 20.000, tapi kalau menyumbang ke masjid saat shalat Jum'at cuma Rp 1.000 Kita bisa menyisihkan uang Rp 10.000 sehari untuk beli rokok. Kalau sebulan sudah Rp 300.000. Setahun sudah Rp 3.600.000. Sepuluh tahun sudah Rp 36.000.000. Sedangkan biaya naik haji cuma Rp 35.000.000. Istri yang pertama masuk surga adalah istri yang shalat tepat waktu; berbakti pada orang tua dan berjihad fi sabilillah. Anak paling tidak harus bisa shalat lima waktu dan b...

Kunjungan Guru Ijai ke Kuala Kapuas

Kisah ini disampaikan oleh Haji Hasan, pemilik Toko Mas Hasanah pada hari Sabtu, 10 Agustus 2013 ketika admin berkunjung ke rumah beliau: Sekitar tahun 1991, setelah membangun rumah yang terbakar, Haji Hasan berniat untuk mengundang Guru Ijai ke rumah beliau. Saat itu orang-orang mengatakan bahwa sulit untuk mengundang Guru Ijai karena jadwal beliau sangat padat. Tapi ketika beliau mendapatkan kesempatan bertemu dengan Guru Ijai yang baru saja selesai operasi, Guru Ijai menyanggupi. Bahkan waktu untuk mempersiapkan kunjungan tersebut cuma dua hari, mereka berkunjung ke Guru Ijai hari Minggu dan jadwal yang ditetapkan adalah hari Selasa. Syukurlah karena sudah direncanakan jauh-jauh hari, semua makanan disiapkan dari Banjarmasin, sehingga di Kuala Kapuas tinggal menyiapkan tempat saja. Haji Hasan tidak membuat undangan secara khusus tentang kedatangan Guru Ijai ini, tapi beliau mengandalkan undangan dari mulut ke mulut. Meskipun demikian jumlah jama'ah yang datang sangat luar ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)