Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru Ijai

Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Nasehat Guru Ijai

Gambar
H. Marino (keempat dari kanan) Pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Langgar Inayah, Jl. Kapten Pierre Tendean Gg. IXa, Kuala Kapuas, pada hari Senin, 27 Januari 2014, penceramah, Bapak H. Marino menyampaikan beberapa hal sebagai berikut: Saat meninggal tidak bisa ditunda atau dimajukan. Kematian tidak bisa ditebus dengan apapun. Amal saja yang dibawa. Harta akan ditinggal. Suami harus bantu istri agar istri juga bisa melaksanakan shalat berjama'ah Beli pulsa seminggu bisa menghabiskan uang sebanyak Rp 20.000, tapi kalau menyumbang ke masjid saat shalat Jum'at cuma Rp 1.000 Kita bisa menyisihkan uang Rp 10.000 sehari untuk beli rokok. Kalau sebulan sudah Rp 300.000. Setahun sudah Rp 3.600.000. Sepuluh tahun sudah Rp 36.000.000. Sedangkan biaya naik haji cuma Rp 35.000.000. Istri yang pertama masuk surga adalah istri yang shalat tepat waktu; berbakti pada orang tua dan berjihad fi sabilillah. Anak paling tidak harus bisa shalat lima waktu dan b...

Kunjungan Guru Ijai ke Kuala Kapuas

Kisah ini disampaikan oleh Haji Hasan, pemilik Toko Mas Hasanah pada hari Sabtu, 10 Agustus 2013 ketika admin berkunjung ke rumah beliau: Sekitar tahun 1991, setelah membangun rumah yang terbakar, Haji Hasan berniat untuk mengundang Guru Ijai ke rumah beliau. Saat itu orang-orang mengatakan bahwa sulit untuk mengundang Guru Ijai karena jadwal beliau sangat padat. Tapi ketika beliau mendapatkan kesempatan bertemu dengan Guru Ijai yang baru saja selesai operasi, Guru Ijai menyanggupi. Bahkan waktu untuk mempersiapkan kunjungan tersebut cuma dua hari, mereka berkunjung ke Guru Ijai hari Minggu dan jadwal yang ditetapkan adalah hari Selasa. Syukurlah karena sudah direncanakan jauh-jauh hari, semua makanan disiapkan dari Banjarmasin, sehingga di Kuala Kapuas tinggal menyiapkan tempat saja. Haji Hasan tidak membuat undangan secara khusus tentang kedatangan Guru Ijai ini, tapi beliau mengandalkan undangan dari mulut ke mulut. Meskipun demikian jumlah jama'ah yang datang sangat luar ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"