BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Seorang Guru Bukan Penguasa Kelas

Kuala Kapuas (Humas), Pendidik atau guru bukan seorang penguasa dikelasnya, tetapi tugas guru didalam kelas adalah memberikan pelayanan dengan cara membimbing, dan memberikan jalan pemecahan dalam setiap masalah yang dihadapi siswanya. Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kapuas Drs. H. Ahmad Bahruni, MAP, saat memberikan sambutan dalam acara penutupan workshop Pengenalan Reflective Teaching bagi Guru MTs. Se Kota Kuala Kapuas, di MTsN. Selat, Sabtu (28/9). 

 Lebih lanjut dikatakan bahwa guru harus mampu memperlakukan siswa sesuai dengan keadaan latar belakang mereka, “ Jangan sampai dalam memberikan bimbingan pilih kasih, berilah bimbingan yang sama antara siswa yang satu dan lainnya sesuai keperluan serta keadaan mereka”

 Menyinggung tentang karir guru, yang saat ini cenderung mentok pada golongan IV/a, mantan Ka. Kantor Kemenag Bartim mengatakan, kendala untuk naik ke IV/b terbentur pada pencapaian angka kredit pengembangan profesi sebanyak 12 poin. Tenaga guru MTs. sekarang rata-rata sudah lulusan S-1 bahkan sudah banyak yang S-2. Selama menempuh pendidikan sudah dibekali dengan pengalaman menyusun karya ilmiah, seperti makalah, skripsi bahkan tesis, “Sekarang tinggal tekad kemauan para guru untuk memulai dan melaksanakan penyususnan poin pengembangan profesi tersebut,”. beber Drs. H. Ahmad Bahruni, MAP.

 Pada kesempatan yang sama Kepala Peningkatan Penjaminan Mutu STAIN Palangka Raya, Fiemer Liady, S.Ag. M.Pd menjelaskan kegiatan workshop ini merupakan awal kerjasama antara MTsN. Selat dengan lembaga P2M STAIN Palangkaraya dalam bidang peningkatan mutu tenaga pendidik dimadrasah, “saya berharap dalam waktu mendatang kegiatan yang akan laksanakan tidak hanya sebatas pada workshop saja, tetapi lebih luas lagi yaitu berupa pelatihan, atau bahkan kegiatan yang bersifat kontinyu berupa bimbingan dan pendampingan” ujar Fiemer Liady, S.Ag. M.Pd (andg)

Sumber: MTsN Selat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)