Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Rapat Koordinasi Penanganan Penyandang Masalah Sosial

Pengarahan oleh Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (paling kanan)
Pada hari Jum'at, 22 November 2013 bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, diselenggarakan rapat koordinasi penangangan penyandang masalah sosial. Dalam pertemuan ini kepala dinas, Muhammad Saleh Makki mengharapkan agar pihak-pihak terkait, seperti rumah sakit, pamong praja, dinas kesehatan, pihak kecamatan dan kelurahan dapat berkoordinasi untuk penanganan penyandang masalah sosial.
Peserta rapat koordinasi penanganan penyandang masalah sosial
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa seluruh penyandang masalah sosial akan dilayani secara gratis di rumah sakit dengan Program Jamkesmas asal ada surat keterangan dari Dinas Sosial. Pihak pamong praja secara rutin melakukan razia terhadap pengemis dan mendampingi razia terhadap wanita tuna susila dan penggunaan obat terlarang. Beliau mengharapkan agar penyuluhan tentang masalah WTS dan Narkoba ini dilakukan kepada para orang tua, sehingga mereka bisa mengawasi anak-anaknya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja juga mengharapkan kepada para khatib untuk menyampaikan masalah WTS dan Narkoba ini dalam khutbah-khutbah mereka. Dinas Kesehatan diharapkan bisa melakukan pembinaan kepada apotik dan toko obat, sehingga mereka tidak menjual ramuan yang memabukkan kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas