Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rumah Sakit Sepi Karena Aksi Solidaritas Dokter

Pada hari Rabu, 27 November 2013, poliklinik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo tutup karena para dokter ikut Aksi Solidaritas dan Tafakur Nasional. Banyak pasien yang datang ke RS terpaksa harus pulang karena tidak tahu bahwa poliklinik tutup. Namun bagi pasien-pasien yang sudah mendapat perintah dari dokter untuk periksa radiologi dan laboratorium kemarin, mereka tetap bisa menjalani pemeriksaan yang dimaksud.

Setelah dijelaskan baik-baik tentang aksi solidaritas ini kebanyakan pasien bisa menerima.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"