DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Tampirai

Ibu Utih sedang memperbaiki tampirai
Saat menelusuri Handel Semangat, admin melihat seorang nenek, namanya Ibu Utih, yang sedang asyik memperbaiki perangkap ikan. Saat admin menanyakan apa nama perangkap ikan yang sedang dia perbaiki, Ibu Utih menyebutnya "tampirai". Waktu ditanya dimana beliau mempelajari cara pembuatan tampirai ini, beliau menjawab bahwa beliau belajar sendiri dengan bekal "tawakkal". Beliau melakukan hal ini karena panen padinya tidak selalu berhasil. Seperti pada saat ini, padinya tidak bisa tumbuh dengan baik karena terendam oleh air.
Tampirai yang diletakkan di parit
Beliau bercerita bahwa beliau lah yang pertama kali membuat tampirai ini di Handel Semangat. Setelah orang melihat bahwa beliau bisa mendapatkan mulai dari seperempat kilo sampai satu kilo ikan sepat dalam satu tampirai, maka orang-orang lain mulai belajar untuk membuatnya. Tampirai ini terbuat dari kawat yang dibeli di pasar, kemudian dibuat seperti perangkap yang memiliki dua pintu masuk. Tampirai dilengkapi dengan pelampung yang terbuat dari botol aqua sedang agar tidak tenggelam. Parit di sekitar jalan ini cukup dalam karena merupakan bekas galian excavator.
Tampirai di dekat pintu air
Ikan sepat yang didapatkan oleh Ibu Utih ini dikonsumsi sendiri mengingat beliau tidak bisa bertani pada musim air dalam seperti ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"