Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Orientasi dan Pengukuhan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Kapuas

Drs. H. Chairuddin Halim (kanan) sedang menyampaikan materi
Orientasi Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapuas dilaksanakan di aula Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Kuala Kapuas pada hari Senin, 27 Januari 2014. Kegiatan orientasi ini diisi oleh Bapak Drs. H. Chairuddin Halim, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia Kalimantan Tengah. Dalam pengarahan beliau menyampaikan bahwa seseorang bila memprogramkan ke masjid, biasanya sampai tua tidak sampai ke masjid. Beliau mengingatkan bahwa justru kalangan ustadz yang jarang ke masjid.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, Yusuf Kalla, menekankan masalah imamah, imarah dan riayah. Beliau mengamati bahwa masalah akustik di masjid kurang jelas. DMI Pusat menyediakan tim ahli akustik untuk pembangunan. Bagi masjid yang bergema akan dipasang peredam suara.

Beliau berharap para khatib tidak hanya membaca saja buku khutbah Jum'at, tapi dapat mengambil sarinya, sehingga khutbah Jum'at tidak berlangsung terlalu lama. Beliau juga mengingatkan agar khatib tidak lupa untuk menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW saat membuka khutbah.

Kegiatan pengukuhan dilaksanakan setelah shalat Ashar di depan Masjid Agung Al Mukarram, Kuala Kapuas. Pengukuhan ini dilangsungkan sebelum kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)