Hubungan Kuat Bukan Soal Menghindari Konflik, Tapi Cara Memperbaikinya

Gambar
  Kapuas.info - Banyak orang berpikir bahwa hubungan yang baik adalah hubungan tanpa konflik. Namun penelitian psikolog terkenal John Gottman menunjukkan hal sebaliknya. Selama bertahun-tahun, Gottman mengundang pasangan-pasangan ke laboratoriumnya di University of Washington. Ia meminta mereka membicarakan masalah nyata yang sedang mereka hadapi. Sementara itu, timnya memantau ekspresi wajah, nada bicara, detak jantung, dan tingkat stres mereka. Hasilnya mengejutkan. Ternyata konflik itu sendiri bukan penyebab hubungan gagal. Semua pasangan pasti bertengkar. Yang membedakan hubungan yang bertahan dan yang gagal adalah kemampuan untuk memperbaiki situasi dengan cepat . Perbaikan ini bisa sangat sederhana: nada bicara yang lebih lembut, sedikit humor, atau pengakuan seperti "Maaf, tadi kata-kataku terlalu keras." Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari Pola ini tidak hanya berlaku untuk pasangan suami-istri, tapi juga untuk hubungan kerja dan persahabatan. Saat mulai bek...

Pelatihan Magpi di PMI Kabupaten Kapuas

Pada hari Jum'at, 3 Januari 2014 bertempat di Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas diselenggarakan kegiatan Pelatihan Magpi. Pelatihan ini diberikan oleh pengurus dan diikuti oleh para relawan yang akan menjadi enumerator dalam kegiatan Endline Survey. Dalam Endline Survey yang akan dilaksanakan minggu depan, menggunakan Rapid Mobile Phone-based (RAMP) survey.

Dalam pelatihan ini, para relawan diajarkan bagaimana mendaftar di www.magpi.com. Kemudian setelah itu mereka diharapkan untuk bisa mendownload aplikasi ini melalui Play Store yang ada di Android mereka. Setelah itu mereka diajarkan bagaimana cara membuat formulir di dalam Magpi. Berbagai jenis pertanyaan menggunakan berbagai tipe pertanyaan mulai dari "label", "plain text", "radio button", "check box", bahkan GPS dicoba pada pelatihan ini. Setelah selesai membuat formulir, peserta diajarkan bagaimana mengirim formulir ke semua android yang sudah memiliki aplikasi Magpi melalui email mereka. Setelah itu seluruh peserta mencoba menggunakan formulir tadi dan mengirim hasilnya.

Dalam pelatihan ini, pelatih juga menerima masukan dari peserta, seperti pertanyaan untuk menentukan lokasi dari responden dengan mengirimkan lokasinya melalui GPS. Setelah peserta mengirimkan lokasi dari responden, semuanya dapat melihat melalui Magpi pemetaan dari lokasi responden tersebut dalam sebuah map. Dengan memiliki kemampuan ini, Palang Merah Indonesia dapat menerima "order" untuk melakukan pengumpulan data untuk sebuah survey dengan menggunakan mobile phone.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas