Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Pelatihan Magpi di PMI Kabupaten Kapuas

Pada hari Jum'at, 3 Januari 2014 bertempat di Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas diselenggarakan kegiatan Pelatihan Magpi. Pelatihan ini diberikan oleh pengurus dan diikuti oleh para relawan yang akan menjadi enumerator dalam kegiatan Endline Survey. Dalam Endline Survey yang akan dilaksanakan minggu depan, menggunakan Rapid Mobile Phone-based (RAMP) survey.

Dalam pelatihan ini, para relawan diajarkan bagaimana mendaftar di www.magpi.com. Kemudian setelah itu mereka diharapkan untuk bisa mendownload aplikasi ini melalui Play Store yang ada di Android mereka. Setelah itu mereka diajarkan bagaimana cara membuat formulir di dalam Magpi. Berbagai jenis pertanyaan menggunakan berbagai tipe pertanyaan mulai dari "label", "plain text", "radio button", "check box", bahkan GPS dicoba pada pelatihan ini. Setelah selesai membuat formulir, peserta diajarkan bagaimana mengirim formulir ke semua android yang sudah memiliki aplikasi Magpi melalui email mereka. Setelah itu seluruh peserta mencoba menggunakan formulir tadi dan mengirim hasilnya.

Dalam pelatihan ini, pelatih juga menerima masukan dari peserta, seperti pertanyaan untuk menentukan lokasi dari responden dengan mengirimkan lokasinya melalui GPS. Setelah peserta mengirimkan lokasi dari responden, semuanya dapat melihat melalui Magpi pemetaan dari lokasi responden tersebut dalam sebuah map. Dengan memiliki kemampuan ini, Palang Merah Indonesia dapat menerima "order" untuk melakukan pengumpulan data untuk sebuah survey dengan menggunakan mobile phone.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)