Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

Kajian Akhir Program KPPBM PMI Kabupaten Kapuas

Foto bersama peserta kajian akhir program KPPBM
Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) Melalui Pengembangan Organisasi dan Penguatan Kapuas yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan dana dari Palang Merah Spanyol sudah berakhir. Dalam rangka mengambil pelajaran dari program yang sudah dilaksanakan, pada hari Rabu-Kamis, 5-6 Maret 2014 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh diselenggarakan kegiatan kajian akhir terhadap program ini.

Hari pertama kegiatan ini melibatkan perwakilan dari PMI Pusat, Spanish Red Cross, International Federation of Red Cross and Red Crescent, International Committe of Red Cross, PMI Provinsi Kalimantan Tengah, dan PMI Kabupaten Kapuas. Kegiatan pada hari pertama adalah mengevaluasi capaian Analisis Kerangka Kerja Logis (Logical Framework Analysis) yang sudah dibuat pada awal program. Dari hasil evaluasi tampak bahwa penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas berjalan sesuai dengan harapan.

Penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas ditunjukkan dengan berjalannya fungsi organisasi PMI Kabupaten Kapuas, tersedianya staf dan relawan yang menjalankan berbagai kegiatan pelayanan, tersedianya berbagai sarana pendukung untuk pelaksanaan kegiatan seperti kendaraan bermotor, peralatan kantor dan pendanaan. Hal yang masih perlu diperbaiki untuk PMI Kabupaten Kapuas adalah peningkatan kemampuan penggalangan dana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas