BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Masyarakat Masih Takut Berobat Ke RSUD

Sore ini, Kamis, 20 Maret 2014 seorang dokter dipanggil ke rumah pasien yang terletak di Jalan Barito Gang XIIA. Rupanya pasien ini sedang mengalami sesak napas dan kesadarannya sudah menurun. Setelah memeriksa pasien tersebut, sang dokter menyarankan kepada pihak keluarga untuk membawa sang pasien ke rumah sakit. Istri dari pasien tersebut bingung menghadapi anjuran dokter tersebut. Ia meminta sang dokter untuk merawat pasien di rumah. Sang dokter menjawab bahwa kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah.

Rupanya sang ibu berkeras untuk merawat suaminya di rumah karena masalah biaya. Para tetangga meyakinkan sang ibu bahwa ia masih bisa pinjam dengan para tetangga untuk membiayai pengobatan suaminya. Sang dokter menjelaskan bahwa orang yang tidak mampu akan mendapat pengobatan secara gratis di rumah sakit. Cukup dengan menyampaikan kepada petugas rumah sakit bahwa akan mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sang dokter juga menjelaskan bahwa pasien sudah gratis sejak pertama kali masuk, jadi keluarga tidak perlu pusing-pusing memikirkan biaya untuk pasien tersebut.

Setelah urun rembug akhirnya sang istri setuju untuk merujuk suaminya ke rumah sakit. Namun setelah sang dokter menelpon ambulance, tak lama kemudian sang pasien mengalami henti napas dan matanya seperti melihat sesuatu. Anak pasien dan orang-orang yang ada di sekelilingnya langsung mentalqinkan pasien. Setelah itu sang pasien tidak bergerak sama sekali. Ketika sang dokter memeriksa lagi, pasien tersebut sudah meninggal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)