The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

MTsN Selat Gelar Lomba Merecycle Sampah

Beberapa produk hasil recycle sampah
Kuala Kapuas (Inmas), Guna menumbuhkan  kesadaran untuk memanfaatkan sampah  dengan proses  daur ulang, maka MTsN Selat melalui Laskar Sanitasinya mengadakan lomba merecycle sampah. Kegiatan yang digagas oleh para Laskar Sanitasi diikuti oleh seluruh perwakilan dari masing-masing kelas yang seluruhnya berjumlah 18. Kegiatan yang dilaksanakan dibawah bimbingan Koordinator UKS Miftahul Hayati, S.Ag, mewajibkan seluruh peserta untuk menyulap  sampah menjadi barang yang dapat digunakan kembali.

Miftahul Hayati mengatakan, gagasan untuk mengadakan lomba mereycle sampah datang  dari para pengurus laskar sanitasi  merupakan ide cermerlang, untuk itu pihak madrasah langsung menyambut baik serta  mendukung gagasan tersebut.  

“Pihak madrasah sangat selalu mendukung dan mensuport setiap ide siswa seperti   perlombaan ini” kata Miftahul Hayati. Sabtu (5/4)

Kegiatan ini lanjutnya, dilakukan sebagai salah satu upaya mencipakan kreatifitas  siswa dalam memanfaatkan sampah  sehingga tidak dibuang dengan percuma. Disamping itu untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan guna mencegah berbagai pencemaran yang sebabkan oleh sampah.

Sementara itu ketua Laskar Sanitasi selaku Koordinator  Panitia Lomba Siti Maysarah yang saat ini duduk di kelas IX mengatakan, kegiatan ini  disambut antusias oleh siswa, ini terlihat dari banyaknya hasil daur ulang yang terkumpul, dengan berbagai bentuk sesuai kretaifitas masing-masing. Bagi peserta yang hasil kreasinya terpilih masuk nominasi pemenang akan diberi penghargaan.

“Sampai saat ini masih berlangsung proses  penilaian” kata Maysarah. (Dea Yasinta)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas