Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Area Bagi Pejalan Kaki

Area pejalan kaki
Saat menyusuri Bonifacio Drive di Manila, penulis menempuh area pejalan kaki yang berada dekat dengan Luneta Park. Karena saat itu hari sudah mulai gelap, di jalan yang agak gelap karena rimbunnya pohon dilengkapi dengan lampu-lampu, sehingga pengguna jalan bisa melaluinya dengan perasaan aman. Jalan yang berada di samping jalan besar ini sangat nyaman, selain bersih juga luas.
Area pejalan kaki
Semin dekat dengan Luneta Park, area bagi pejalan kaki makin luas. Makin banyak kita bertemu dengan orang-orang yang memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat untuk berolah raga. Di sore hari tempat ini terasa sangat nyaman, karena siang harinya sangat panas. Sekarang sedang musim panas di Filipina.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"