Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Calon Jama'ah Haji 2014

Pak Hamidhan (paling kiri) sedang menyampaikan pendapat
Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengundang rumah sakit, puskesmas dan kementerian agama untuk membicarakan mengenai persiapan pemeriksaan kesehatan haji tahun 2014. Rapat ini dilaksanakan di ruang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. Rapat yang dipimpin oleh dr. Adelina Yunus memutuskan bahwa pemeriksaan kesehatan pertama akan dilakukan di tiga puskesmas kota yaitu Puskesmas Selat, Puskesmas Melati dan Puskesmas Pulau Telo. Sedangkan untuk pemeriksaan kedua akan dilakukan di rumah sakit. Pemeriksaan di rumah sakit diperkirakan pada pertengahan Juni 2014.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)