Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Kerusakan Jaringan Listrik Tingkat Sedang

Sejak pukul 17.00-an hari Kamis, 19 Juni 2014, listrik padam di Kuala Kapuas. Saat menelpon ke PLN Kapuas, petugas belum mengetahui penyebabnya.

Waktu menelpon ke 123 diberitahu bahwa petugas sedang mencari penyebab kerusakan. Dalam standar PLN bila. Kerusakannya tegangan rendah bisa diatasi dalam 3 jam. Bila tegangan sedang 5 jam. Bila tegangan tinggi (travo) bisa 10 jam.

Sampai jam 20.00-an lampu masih belum menyala. Tapi lampu jalan tetap menyala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas