The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Peresmian Posyandu Vitasari dan Dasa Wisma Sehati

Ketua TP-PKK sedang bercengkarama dengan anak-anak
 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas, Ibu Ary Egahni, SH pada hari Selasa, 10 Juni 2014 bertempat di TPA-PAUD Hayak Ceria, meresmikan Posyandu Vitasari dan Dasa Wisma Sehati. Dasa Wisma ini dibina oleh Pokja II TP-PKK. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Bapak Katanggar; Camat Selat, Bapak Suparman beserta istri; Ketua UPT PPKB Kecamatan Selat, Ibu Danung Sri Wulandari; Lurah Selat Tengah; Kader Posyandu Vitasari; anggota Dasa Wisma Sehati; dan Kepala Puskesmas Melati beserta stafnya.

Ketua TP-PKK mengharapkan agar halaman TPA-PAUD Hayak Ceria dapat diperbaiki. Pelayanan PAUD dan Posyandu dapat dilakukan secara terintegrasi dan terus berkembang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas