Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Staf dan Relawan PMI Kapuas Ikuti Pelatihan Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Suasana Pembukaan Pelatihan
Dalam rangka uji coba modul Pencegahan Penyakit Tidak Menular yang diadaptasi dari Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Palang Merah Indonesia Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Gaya Hidup Sehat dan Pencegahan Penyakit Menular. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin-Kamis, 16-19 Juni 2014 di aula PMI Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini didanai oleh IFRC dan Palang Merah Amerika. Kegiatan ini diikuti oleh koordinator relawan desa di Kabupaten Wonogiri dan juga oleh staf dan relawan PMI Kabupaten Kapuas. Dari Kapuas yang berangkat adalah Sri Handayani, Irma Normaulidah, Karolika Suriyana, Sugian dan Rahmad Kelana Saputra.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)