DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Tawakal - Kisah Nyata Yang Memotivasi - Ahmed Jibril





Ustadz Ahmed Jibril menceritakan tentang kisah Qadil Maristan sebagaimana yang dikisahkan oleh Ibn Rajab. Qadil Maristan menemukan dompet yang berisi kalung mutiara di Mekah. Saat ada orang tua yang mencari dompet tersebut, dia memberikan dompet tersebut dan menolak hadiah yang disediakan.



Suatu hari dia naik kapal, kemudian kapalnya tenggelam, dia selamat dan berhasil sampai disebuah pulau. Di pulau tersebut dia mengajarkan penduduknya membaca Qur'an dan mengajari mereka membaca dan menulis. Ketika dia dinikahkan dengan seorang anak yatim, dia kaget melihat kalung yang ada di leher istrinya. Kalung yang dia kembalikan kepada orang tua di Mekah.



Mendengar ceritanya, orang-orang kampung terharu karena orang tua istrinya selalu berdo'a agar orang yang mengembalikan kalungnya dinikahkan dengan anak perempuannya. Dan do'a ini terkabul. Dia hidup dengan bahagia bersama istrinya dan memiliki dua orang anak. Istri dan anak-anaknya meninggal. Dia menjual kalung mutiara warisan istrinya seharga 100.000 dinar (Rp 4.221.400.000).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"