Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Bacaan Qur'an Membersihkan Dosa

Ustadz Ja'far menyampaikan kultum
Pada hari Senin, 7 Juli 2014 (9 Ramadhan 1435 H) bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo, ustadz dari Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) Cabang Kapuas, Ja'far menyampaikan kultum tarawih. Beliau mengawali kultumnya dengan cerita sebagai berikut: 

Seorang cuku bertanya kepada kakeknya
Cucu : Kek, saya membaca Qur'an tapi tidak mengerti makna dan artinya, bagaimana menurut kakek?
Waktu itu sang kakek sedang mengumpulkan batu bara dalam keranjang. 
Kakek: Cucuku, coba ambilkan kakek sekeranjang air di sungai
Sang cucu langsung menuruti perintah kakek. Dengan keranjang batu bara sang cucu mengambil air di sungai, tetapi belum sampai di rumah air sudah habis karena airnya menetes dari keranjang, sang cucu mengulangi sampai 3 kali dan hasilnya sama. Kemudian sang cucu menghadap kakek.
Cucu: Kek nggak bisa kalau mengambil air dengan keranjang, bagaimana kalau dengan ember saja? 
Kakek: Tidak, ambilah air dengan keranjang. 
Kemudian sang cucu mengulangi lagi sampai 3 kali dan hasilnya sama, kemudian sang cucu menghadap kakek lagi.
Cucu: Kek kalau ambil air dengan keranjang itu tidak berguna
Kakek: Siapa bilang mengambil air dengan keranjang tidak berguna? Coba lihat keranjangnya.
Sang cucu langsung melihat keranjang tadi. Betapa terkejutnya ia, karena keranjang yang tadinya kotor menjadi sangat bersih.
Nah begitulah kalau kita membaca Al-Qur'an walau kita belum tahu artinya dan maknanya tapi Al-Qur'an yang kita baca Insya Allah akan membersihkan dosa-dosa kita. Kemudian Ustadz Ja'far mengutip hadis Nabi:

“Bacalah Al Qur'an oleh kamu sekalian, karena bacaan Al Qur'an yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat / penolong bagi para pembacanya di hari kiamat nanti.” 

Setelah kita bisa membaca Al-Qur'an kemudian kita menggali makna yg terkandung didalamnya.

Shalat tarawih diimami oleh seorang Hafiz Qur'an dari Ikadi bernama Ustadz Budi. Beliau membacakan surah Al-Baqarah sebanyak 1 juz. 

Sumber: Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas