Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Bacaan Qur'an Membersihkan Dosa

Ustadz Ja'far menyampaikan kultum
Pada hari Senin, 7 Juli 2014 (9 Ramadhan 1435 H) bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo, ustadz dari Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) Cabang Kapuas, Ja'far menyampaikan kultum tarawih. Beliau mengawali kultumnya dengan cerita sebagai berikut: 

Seorang cuku bertanya kepada kakeknya
Cucu : Kek, saya membaca Qur'an tapi tidak mengerti makna dan artinya, bagaimana menurut kakek?
Waktu itu sang kakek sedang mengumpulkan batu bara dalam keranjang. 
Kakek: Cucuku, coba ambilkan kakek sekeranjang air di sungai
Sang cucu langsung menuruti perintah kakek. Dengan keranjang batu bara sang cucu mengambil air di sungai, tetapi belum sampai di rumah air sudah habis karena airnya menetes dari keranjang, sang cucu mengulangi sampai 3 kali dan hasilnya sama. Kemudian sang cucu menghadap kakek.
Cucu: Kek nggak bisa kalau mengambil air dengan keranjang, bagaimana kalau dengan ember saja? 
Kakek: Tidak, ambilah air dengan keranjang. 
Kemudian sang cucu mengulangi lagi sampai 3 kali dan hasilnya sama, kemudian sang cucu menghadap kakek lagi.
Cucu: Kek kalau ambil air dengan keranjang itu tidak berguna
Kakek: Siapa bilang mengambil air dengan keranjang tidak berguna? Coba lihat keranjangnya.
Sang cucu langsung melihat keranjang tadi. Betapa terkejutnya ia, karena keranjang yang tadinya kotor menjadi sangat bersih.
Nah begitulah kalau kita membaca Al-Qur'an walau kita belum tahu artinya dan maknanya tapi Al-Qur'an yang kita baca Insya Allah akan membersihkan dosa-dosa kita. Kemudian Ustadz Ja'far mengutip hadis Nabi:

“Bacalah Al Qur'an oleh kamu sekalian, karena bacaan Al Qur'an yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat / penolong bagi para pembacanya di hari kiamat nanti.” 

Setelah kita bisa membaca Al-Qur'an kemudian kita menggali makna yg terkandung didalamnya.

Shalat tarawih diimami oleh seorang Hafiz Qur'an dari Ikadi bernama Ustadz Budi. Beliau membacakan surah Al-Baqarah sebanyak 1 juz. 

Sumber: Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)