Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Bacaan Qur'an Membersihkan Dosa

Ustadz Ja'far menyampaikan kultum
Pada hari Senin, 7 Juli 2014 (9 Ramadhan 1435 H) bertempat di Masjid Nurul Hidayah, Pulau Telo, ustadz dari Ikatan Da'i Indonesia (Ikadi) Cabang Kapuas, Ja'far menyampaikan kultum tarawih. Beliau mengawali kultumnya dengan cerita sebagai berikut: 

Seorang cuku bertanya kepada kakeknya
Cucu : Kek, saya membaca Qur'an tapi tidak mengerti makna dan artinya, bagaimana menurut kakek?
Waktu itu sang kakek sedang mengumpulkan batu bara dalam keranjang. 
Kakek: Cucuku, coba ambilkan kakek sekeranjang air di sungai
Sang cucu langsung menuruti perintah kakek. Dengan keranjang batu bara sang cucu mengambil air di sungai, tetapi belum sampai di rumah air sudah habis karena airnya menetes dari keranjang, sang cucu mengulangi sampai 3 kali dan hasilnya sama. Kemudian sang cucu menghadap kakek.
Cucu: Kek nggak bisa kalau mengambil air dengan keranjang, bagaimana kalau dengan ember saja? 
Kakek: Tidak, ambilah air dengan keranjang. 
Kemudian sang cucu mengulangi lagi sampai 3 kali dan hasilnya sama, kemudian sang cucu menghadap kakek lagi.
Cucu: Kek kalau ambil air dengan keranjang itu tidak berguna
Kakek: Siapa bilang mengambil air dengan keranjang tidak berguna? Coba lihat keranjangnya.
Sang cucu langsung melihat keranjang tadi. Betapa terkejutnya ia, karena keranjang yang tadinya kotor menjadi sangat bersih.
Nah begitulah kalau kita membaca Al-Qur'an walau kita belum tahu artinya dan maknanya tapi Al-Qur'an yang kita baca Insya Allah akan membersihkan dosa-dosa kita. Kemudian Ustadz Ja'far mengutip hadis Nabi:

“Bacalah Al Qur'an oleh kamu sekalian, karena bacaan Al Qur'an yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat / penolong bagi para pembacanya di hari kiamat nanti.” 

Setelah kita bisa membaca Al-Qur'an kemudian kita menggali makna yg terkandung didalamnya.

Shalat tarawih diimami oleh seorang Hafiz Qur'an dari Ikadi bernama Ustadz Budi. Beliau membacakan surah Al-Baqarah sebanyak 1 juz. 

Sumber: Hipni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)