Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Musibah Tenggelamnya Feri Penyeberangan Panamas

Speedboat polisi sedang mencari korban
Pada hari Selasa pagi, 29 Juli 2014 terjadi musibah tenggelamnya feri penyeberangan dari Handil Panamas menuju Jalan Kalimantan, Kuala Kapuas. Tentang berapa jumlah korban masih belum diketahui pasti mengingat tidak ada catatan resmi tentang jumlah penumpang di feri tersebut.

Menurut keterangan dari Kepala Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Ns. Selot, ME, jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang, 3 orang di rawat di ruang rawat inap dan korban lainnya sudah pulang.

Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh berbagai pengampu kepentingan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Kepolisian, Taruna Siaga Bencana, Palang Merah Indonesia dan pihak-pihak lain. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"