Postingan

Menampilkan postingan dengan label Feri

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Feri gratis bagi warga Pulau Mambulau

Gambar
Kapal feri yang menghubungkan Mambulau dan Pulau Mambulau Sejak rusaknya jembatan yang menghubungkan Mambulau dan Pulau Mambulau, masyarakat disediakan feri gratis. Feri ini berlokasi disamping lokasi jembatan yang rusak. Saat mengunjungi lokasi jembatan yang rusak, masih belum ada tanda-tanda jembatan akan mulai dibangun.  Masyarakat yang menunggu feri  Feri gratis ini istirahat saat shalat Jum'at, shalat Maghrib dan dari Jam 24.00 sampai jam 02.00 WIB. Banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ini. Jadwal feri gratis

Feri masih diminati masyarakat

Gambar
Meskipun Jembatan Pulau Petak sudah menghubungkan antara Kuala Kapuas dengan Sei Pasah, namun masyarakat yang tinggal di Kuala Kapuas lebih banyak memilih untuk menyeberang dengan menggunakan feri. Feri yang menyeberangkan penumpang melintasi Sungai Kapuas Murung cukup banyak, mulai dari Mambulau sampai ke Dahirang. Ukuran feri yang digunakan untuk menyeberangkan pun makin diperbesar. Misalnya di Feri Dahirang ini, awalnya cuma dua buah klotok yang digabungkan dengan tempat motor yang sempit. Sekarang ukuran klotoknya diperbesar dan tempat motornya pun diperbesar.

Jalan Menuju Feri ke Panamas - Photosynth

jalan menuju feri ke panamas by jumatil on photosynth Jalan menuju pelabuhan feri menuju ke Panamas tidak memiliki nama gang. Jalan ini terletak diantara Gg. IV dan Gg. V Jalan Kalimantan, Kuala Kapuas. Bagian awal jalan terbuat dari beton samapai ke dermaga. Setelah itu semuanya terbuat dari kayu ulin. Feri disini mulai beroperasi pada pukul 06.00 WIB.

Demi keamanan jumlah penumpang dibatasi

Gambar
Tenggelamnya feri tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi dinas perhubungan. Pada lebaran tahun ini dinas perhubuingan membatasi jumlah kendaraan dan orang yang boleh menaiki feri hikmah bersama. Kendaraan roda dua hanya 63 buah dan pejalan kaki sebanyak 126 orang.

Feri Hikmah Bersama Sudah Miliki Pelampung

Gambar
Pelampung dibawah atap Aturan tentang penyediaan pelampung di kapal feri memang sudah lama. Namun sebagian besar feri tidak menyediakan pelampung dalam jumlah yang memadai. Sejak kejadian tenggelamnya penumpang dan sepeda motor di Panamas, maka semua feri yang ada di Kuala Kapuas mulai berbenah. Saat menggunakan Feri Hikmah Bersama pada hari Sabtu, 10 Januari 2015, admin melihat di bawah atap ada banyak pelampung. Nampaknya pemilik feri tidak mau bermasalah bila terjadi apa-apa dengan feri-nya.

Kejujuran Masih Menghiasi Kehidupan Masyarakat

Gambar
Tas yang tertinggal di pelabuhan feri Saat menyeberang feri di. Sei Baru Tewu, Kecamatan Maliku, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah admin asyik dengan HP. Tiba-tiba admin dikejutkan dengan pertanyaan: Ketinggalan tas ya pak? Rupanya feri ini berbalik lagi mengambil penumpang dan pemilik warung tempat admin singgah memberikan tas yang tertinggal.

Feri tetap ramai saat lebaran

Gambar
Suasana di Feri Hikmah Bersama di Jalan Mawar, Kuala Kapuas tetap ramai. Banyak masyarakat yang melintasi Sungai Kapuas Murung untuk bersilaturahmi dengan keluarga atau berbelanja di pasar.

Tali Asih Bagi Tim Relawan Musibah Tenggelamnya Feri Panamas

Gambar
Perwakilan tim relawan musibah tenggelamnya Feri Panamas Pada hari Selasa, 5 Agustus 2014 bertempat di halaman Kantor Bupati Kapuas dilaksanakan kegiatan penyerahan tali asih dari Pemerintah Kabupaten Kapuas kepada relawan dari lembaga-lembaga berikut ini, diantaranya: Satgas Penanggulangan Fery Tenggelam Polres Kapuas Satgas Penanggulangan Fery Tenggelam Kodim 1011/Klk Badan SAR Nasional Kalsel di Banjarmasin Emergency TRC 333 Banjarbaru / Martapura Emergency 500 Banjarmasin Emergency 500 Penyelam Banjarmasin Emergency 508 ORARI Kuala Kapuas PMI Kabupaten Kapuas Gabungan Damkar Kapuas BPK Pemkab Kapuas Media Elektronik dan Cetak Peliput Musibah Fery Panamas Satgas PDAM Kuala Kapuas Taruna Siaga Bencana Satgas Pos Kesehatan Dinkes Kapuas Piket Posko Bencana Satpol PP Kapuas Satgas Diskhubkominfo Kabupaten Kapuas Satgas Bagian Umum Setda Kapuas Masih banyak nama-nama lembaga yang terlibat yang masih belum tercantum diatas. Penyerahan tali asih ini dilakukan ol

Korban Meninggal Terakhir Ditemukan, Pencarian Berakhir Besok

Gambar
Fery "Berkah Bersama" Meskipun korban meninggal ke-17 sudah ditemukan tadi pagi (Kamis, 31 Juli 2014), tim Posko Kecelakaan Air (Tenggelam) Feri "Berkah Bersama" masih menyisakan satu hari lagi untuk menunggu bila ada korban yang tidak masuk dalam daftar. Selain korban meninggal diatas, sudah ditemukan sebanyak 20 unit kendaraan bermotor roda dua dalam kecelakaan ini. Pada hari Kamis sore ini, Fery "Berkah Bersama" ditarik ke dermaga Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung. Feri inilah yang dipenuhi dengan 74 penumpang dan 20 kendaraan bermotor roda dua.

Berita Tenggelamnya Feri Panamas Dimuat di Xinhua

12 killed, 6 missing in boat sinking in Central Kalimantan, Indonesia - Xinhua | English.news.cn Tautan diatas berisi berita tentang tenggelamnya Feri Panamas !

Daftar Nama Korban Meninggal Musibah Tenggelamnya Feri Panamas

Daftar nama ini diperoleh dari keterangan Ibu Riwun, Kepala Seksi Rawat Jalan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo : Lia 25th (P) Handel Teluk Palinget Anita 22th (P) Tarantang Angga febriadi 10th (L) Maliku Muslim 7th (L) Panamas Samsuni 54th (L) Pelaihari Erma Epiana 6th (P) Banjarmasin Zainal hakim 38th (L) Panamas Supiani 23th (L) Panamas Hj.Rokayah 72th (P) Panamas Rusma Yulida 44th (P) Pelaihari Yuliani 20th (P) Pelaihari Marita (langsung di bawa ke Pulang Pisau, tidak ada biodata) An. Mursidah 9th - Sampit Siti Fatima 35th - Panamas An. Ahmad Noval 2th - Panamas Syahruji 26th - Tarantang Data per tanggal 30 Juli 2014 pukul 21.00 WIB.

Musibah Tenggelamnya Feri Penyeberangan Panamas

Gambar
Speedboat polisi sedang mencari korban Pada hari Selasa pagi, 29 Juli 2014 terjadi musibah tenggelamnya feri penyeberangan dari Handil Panamas menuju Jalan Kalimantan, Kuala Kapuas. Tentang berapa jumlah korban masih belum diketahui pasti mengingat tidak ada catatan resmi tentang jumlah penumpang di feri tersebut. Menurut keterangan dari Kepala Bagian Kesekretariatan dan Rekam Medik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Ns. Selot, ME, jumlah korban meninggal sebanyak 3 orang, 3 orang di rawat di ruang rawat inap dan korban lainnya sudah pulang. Upaya pencarian korban terus dilakukan oleh berbagai pengampu kepentingan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Kepolisian, Taruna Siaga Bencana, Palang Merah Indonesia dan pihak-pihak lain. 

Berjualan Di Atas Feri

Gambar
Ibu Ruminah (kanan) bersama jualannya di atas feri Sudah dua tahun ini Ibu Ruminah berjualan di atas feri Saka Mangkahai - Sei Pitung yang terletak di Kecamatan Kapuas Barat. Beliau berjualan ini karena sudah tidak kuat lagi bertani. Beliau tinggal di Desa Sei Pitung, Kecamatan Kapuas Barat. Beliau membayar 3000 rupiah per hari untuk bisa berjualan di feri ini. 

Feri Jasa Bersama - Gratis Bagi Pelajar

Gambar
Feri Jasa Bersama Feri Jasa Bersama menyeberangkan penumpang dari Sei Itik ke Handil Banama di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Feri ini mampu menampung sampai 20 buah sepeda motor. Feri ini menyeberangkan para pelajar secara gratis. Ada dua buah feri yang menyeberangkan penumpang pada pelabuhan ini. Feri tersebut beroperasi setiap dua hari sekali. Menurut keterangan salah seorang pemilik feri, dalam sehari, mereka bisa memperoleh pendapatan sekitar 300 ribu rupiah sehari, dikurangi solar sebanyak 8-10 liter per hari. Harga solar berkisar Rp 8.500 per liter. Jadi penghasilan bersih mereka sekitar 215 ribu rupiah sehari.

Pelabuhan Feri Desa Handiwung

Gambar
Pelabuhan feri dekat Masjid Istiqlal Desa Handiwung, Kecamatan Pulau Petak, memiliki dua buah pelabuhan feri. Pelabuhan feri pertama terletak di Handil Bangkirai, diujung Desa Handiwung ke arah hilir. Feri dari pelabuhan ini membawa penumpang ke pelabuhan di Sei Tatas. Sedangkan pelabuhan feri kedua terletak dekat dengan Masjid Istiqlal, di pusat desa Handiwung. Feri dari pelabuhan ini membawa penumpang ke Handil Selat Simin. Pelabuhan feri di Handil Bangkirai Feri yang digunakan untuk menyeberangkan orang, sepeda dan sepeda motor ini hanya terdiri dari satu buah klotok yang agak lebar, sehingga hanya sekitar tiga buah kendaraan saja yang bisa muat di feri ini. Pelabuhan feri di Handil Bangkirai sangat sempit, sehingga agak sulit bagi kendaraan untuk mondar-mandir. Sedangkan pelabuhan feri di dekat Masjid Istiqlal agak besar.

Membuat bungkus ketupat di atas feri

Gambar
k Para ibu-ibu penjual bungkus ketupat yang tinggal di Sari Pulau, Kecamatan Bataguh, setiap pagi selesai shalat Subuh membawa dagangan mereka ke pasar di Kuala Kapuas. Sambil menunggu feri tersebut sampai di seberang, para ibu-ibu ini membuat bungkus ketupat dari daun kelapa. Karena mereka sudah sangat terampil dalam membuatnya, satu bungkus ketupat ini dapat dibuat dalam waktu sekitar satu menit saja. Selama dalam feri penyeberangan ini mereka sudah berhasil menyelesaikan cukup banyak bungkus ketupat yang akan mereka jual.

Ferry Penyeberangan Hikmah Bersama

Gambar
Ferry Penyeberangan Hikmah Bersama terletak di Jalan Mawar, Kuala Kapuas. Ferry ini merupakan ferry terbesar yang melintasi Sungai Kapuas Murung, selain ferry yang terletak di Jalan Kapuas, Kuala Kapuas. Banyak pengendara kendaraan roda dua yang memilih untuk menggunakan fasilitas ini dibandingkan harus memutar sejauh 12 kilometer untuk menuju ke seberang. Ferry ini akan menyeberangkan kita dari Jalan Mawar, Kuala Kapuas ke Jalan Kapuas Seberang I, Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir. Adapun tarif ferry penyeberangan adalah sebagai berikut: Kendaraan roda dua Rp 1.500 Kendaraan + keranjang (bermuatan barang) Rp 2.000 Sepeda Rp 1.000 Jalan kaki Rp 500

Bisnis feri masih menjanjikan

Gambar
Pembuatan ferry baru di Murung Keramat Belum tersedianya jembatan yang menghubungkan antara kota Kuala Kapuas dengan daerah sekitarnya seperti Handil Panamas, Murung Keramat, dan Barimba membuat feri tetap menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menjangkau daerah-daerah tersebut. Ongkosnya yang relatif murah yaitu Rp 1.000 - Rp 2.000 per sepeda motor membuat masyarakat cukup mampu menjangkaunya untuk transportasi sehari-hari. Ketersediaan pelayanan dari pagi sampai sore juga membantu masyarakat untuk dapat menunaikan kewajiban mereka di seberang sungai. Kondisi inilah yang membuat masyarakat tetap bersemangat untuk menyediakan jasa penyeberangan. Hal ini terlihat dari masih disediakannya feri-feri baru oleh para pengusaha yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Feri penyeberangan Tendean - Panamas

Gambar
Pelabuhan feri di Jalan Kapten Pierre Tendean Penyeberangan feri ini terletak di ujung barat Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas. Tarif penyeberangan untuk pejalan kaki adalah Rp 500, sedangkan untuk sepeda motor Rp 1.500.  Pelabuhan feri di dusun Panamas

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan