Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Bisnis feri masih menjanjikan

Pembuatan ferry baru di Murung Keramat
Belum tersedianya jembatan yang menghubungkan antara kota Kuala Kapuas dengan daerah sekitarnya seperti Handil Panamas, Murung Keramat, dan Barimba membuat feri tetap menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menjangkau daerah-daerah tersebut. Ongkosnya yang relatif murah yaitu Rp 1.000 - Rp 2.000 per sepeda motor membuat masyarakat cukup mampu menjangkaunya untuk transportasi sehari-hari. Ketersediaan pelayanan dari pagi sampai sore juga membantu masyarakat untuk dapat menunaikan kewajiban mereka di seberang sungai. Kondisi inilah yang membuat masyarakat tetap bersemangat untuk menyediakan jasa penyeberangan. Hal ini terlihat dari masih disediakannya feri-feri baru oleh para pengusaha yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas