Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Korban Meninggal Terakhir Ditemukan, Pencarian Berakhir Besok

Fery "Berkah Bersama"
Meskipun korban meninggal ke-17 sudah ditemukan tadi pagi (Kamis, 31 Juli 2014), tim Posko Kecelakaan Air (Tenggelam) Feri "Berkah Bersama" masih menyisakan satu hari lagi untuk menunggu bila ada korban yang tidak masuk dalam daftar. Selain korban meninggal diatas, sudah ditemukan sebanyak 20 unit kendaraan bermotor roda dua dalam kecelakaan ini.

Pada hari Kamis sore ini, Fery "Berkah Bersama" ditarik ke dermaga Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung. Feri inilah yang dipenuhi dengan 74 penumpang dan 20 kendaraan bermotor roda dua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"