The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Yayasan Baitul Maal BRI Bagi-bagi Bingkisan Lebaran Kepada Pegawai Kontrak RSUD

Para tenaga kontrak yang menerima bingkisan
Pada hari Rabu, 23 Juli 2014 bertempat di halaman depan RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo diselenggarakan penyerahan bingkisan dari Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bingkisan tersebut diberikan kepada para tenaga kontrak yang bekerja di rumah sakit. Penyerahan dilakukan oleh petugas dari BRI didampingi oleh pihak manajemen rumah sakit.

Menurut keterangan dari petugas BRI, bingkisan ini tidak hanya diberikan kepada tenaga kontrak di rumah sakit, tapi juga kepada pihak-pihak lain yang bekerja sama dengan BRI. Dalam kesempatan ini pihak BRI menyerahkan 40 paket bingkisan lebaran.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas