Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penilaian Rumah Sakit Sayang Ibu Tahun 2014

dr. Agustina Ponasti (kedua dari kanan) diterima direktur (paling kiri)
Rombongan Tim Penilai Rumah Sakit Sayang Ibu (RSSI) Provinsi Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh dr. Agustina Ponasti mengunjungi RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo pada hari Selasa, 26 Agustus 2014. Rombongan yang terdiri dari tiga orang ini disambut oleh direktur dan jajaran manajemen rumah sakit. Setelah berbincang sebentar dengan direktur, rombongan mulai mengunjungi berbagai tempat di rumah sakit.

Mereka mengunjungi tempat-tempat yang memberikan pelayanan kepada Ibu di rumah sakit mulai dari poliklinik, instalasi gawat darurat, ruang perawatan serta unit transfusi darah. Tahun lalu, rumah sakit Kapuas hanya meraih gelar ketiga untuk lomba ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"