Ingin Hubungan Lebih Bermakna? Coba Lokakarya Praktis dari Pakar Stanford Ini

Gambar
Apakah Anda pernah merasa hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda terasa kurang dalam? Atau mungkin Anda rindu untuk kembali terhubung dengan teman-teman lama yang entah bagaimana perlahan menghilang dari radar? Di zaman yang serba digital ini, banyak dari kita merasakan tantangan yang sama dalam menjaga koneksi sosial yang otentik. Baru-baru ini, Stanford Lifestyle Medicine mengadakan sebuah lokakarya daring yang sangat relevan, dibawakan oleh dua pakar di bidang ilmu perilaku dan kesehatan sosial, Steven Crane, MS, dan BJ Fogg, PhD. Mereka tidak hanya membahas mengapa kita merasa semakin terisolasi, tetapi juga memberikan serangkaian kiat dan aktivitas praktis yang bisa langsung kita coba untuk memperkuat hubungan. Artikel ini merangkum wawasan dan metode-metode berharga dari lokakarya tersebut, disajikan dalam bahasa yang mudah dimengerti agar kita semua bisa mulai membangun kembali hubungan yang lebih sehat dan bermakna. Mengapa Koneksi Sosial Kita Melemah? Awal Mula dari Sebua...

Pesan Kyai Langitan : Bila melihat dunia jangan lihat keatas

Kyai H. Wahab Hasbullah (paling kanan - berdiri) sedang memberi nasehat perkawinan 
Saat menghadiri pernikahan drh. Arief Nurcahyo dan Eva Rediana, S.Pd di Desa Wono Agung, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, penulis menyimak nasehat perkawinan yang disampaikan oleh Kyai H. Wahab Hasbullah, pimpinan Pondok Pesantren As Salafiyah. Beliau menyampaikan beberapa poin sebagai berikut:

  • Bila istri menyalami tangan suami, maka gugurlah dosa-dosanya. Itulah sebabnya beliau menyarankan kepada para istri bila akan meninggalkan rumah, jabatlah tangan suami ketika meminta izin, karena hal tersebut akan menggugurkan dosa.
  • Beliau juga mempromosikan agar pasangan suami istri yang masih baru ini untuk memiliki banyak anak, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang disunnahkan oleh Rasulullah, dan hal tersebut banyak pahalanya.
  • Beliau mengharapkan bila pasangan suami istri ini nanti kelak dikaruniai dengan anak-anak, maka mereka harus disusui karena pahala menyusui sangat luar biasa.
  • Beliau menutup nasehatnya dengan mengingatkan pasangan suami istri agar memperhatikan bahwa dalam kehidupan ini agamalah yang harus didahulukan, jangan dunia. Bila melihat dunia jangan melihat keatas. Bila melihat agama jangan melihat ke bawah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas