Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Taman Bacaan Masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Para santri sedang memilih buku yang akan dibaca
Taman Bacaan Masyarakat adalah perpustakaan keliling yang awalnya merupakan program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Kementerian Pendidikan Nasional. Sekarang program ini sudah dilimpahkan kepada daerah. Karena daerah tidak memiliki anggaran untuk operasional mobil ini, taman bacaan ini kurang bisa beroperasi sebagaimana seharusnya.

Bapak Saifudin yang membawa mobil ini ke Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas menawarkan kepada pondok pesantren untuk mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas untuk dapat menerima kunjungan dari Taman Bacaan Masyarakat setiap minggu. Hal ini akan membantu memenuhi kebutuhan bacaan bagi para santri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"