Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Taman Bacaan Masyarakat di Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas

Para santri sedang memilih buku yang akan dibaca
Taman Bacaan Masyarakat adalah perpustakaan keliling yang awalnya merupakan program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Kementerian Pendidikan Nasional. Sekarang program ini sudah dilimpahkan kepada daerah. Karena daerah tidak memiliki anggaran untuk operasional mobil ini, taman bacaan ini kurang bisa beroperasi sebagaimana seharusnya.

Bapak Saifudin yang membawa mobil ini ke Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas menawarkan kepada pondok pesantren untuk mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas untuk dapat menerima kunjungan dari Taman Bacaan Masyarakat setiap minggu. Hal ini akan membantu memenuhi kebutuhan bacaan bagi para santri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)