The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Kelak Iklan Ini Tidak Ada Lagi di Kapuas

Iklan rokok di Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas
Tahun 2014 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sudah melakukan studi banding Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Bogor, setelah itu mereka sudah melaksanakan advokasi ke pengampu kepentingan di Kabupaten Kapuas. Akhir tahun ini mereka juga sudah membangun dua area merokok percontohan yaitu di rumah sakit dan kantor Pemerintah Kabupaten Kapuas. Sesuai dengan peta jalan yang sudah ada, tahun 2015 diharapkan akan terbit Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sedikit demi sedikit dominasi rokok akan semakin dikecilkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas