Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mengobati Anak Yang Demam

Jika anak anda berusia lebih dari 6 bulan dan demam, dia mungkin tidak memerlukan obat untuk demamnya kecuali bila dia merasa tidak nyaman. Perhatikan perilakunya. Jika dia minum, makan, tidur secara normal, dan dapat bermain, anda harus menunggu untuk melihat apakah demamnya turun dengan sendirinya dan tidak perlu mengobati demamnya.

Apa yang dapat anda lakukan?
  • Menjaga agar suhu kamarnya nyaman
  • Pastikan bahwa dia mengenakan pakaian yang tipis
  • Sarankan kepadanya untuk minum cairan seperti air, jus yang diencerkan, atau minuman elektrolit yang dibeli dari toko
  • Pastikan agar dia tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang menguras tenaga
  • Perika ke dokter sebelum memberikan obat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"