Postingan

Menampilkan postingan dengan label Healthy Children

The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Mengobati Anak Yang Demam

Jika anak anda berusia lebih dari 6 bulan dan demam, dia mungkin tidak memerlukan obat untuk demamnya kecuali bila dia merasa tidak nyaman. Perhatikan perilakunya. Jika dia minum, makan, tidur secara normal, dan dapat bermain, anda harus menunggu untuk melihat apakah demamnya turun dengan sendirinya dan tidak perlu mengobati demamnya. Apa yang dapat anda lakukan? Menjaga agar suhu kamarnya nyaman Pastikan bahwa dia mengenakan pakaian yang tipis Sarankan kepadanya untuk minum cairan seperti air, jus yang diencerkan, atau minuman elektrolit yang dibeli dari toko Pastikan agar dia tidak terlalu banyak melakukan aktivitas yang menguras tenaga Perika ke dokter sebelum memberikan obat Sumber: healthychildren.org

Bagaimana Menginspirasi Kedermawanan Pada Anak-anak

Para peneliti meneliti perilaku kedermawanan beberapa orang anak. Mereka menemukan bahwa anak-anak lebih dermawan bergantung pada apakah penerima mengetahui tentang berapa banyak anda dapat memberi dan jika orang-orang ada untuk memperhatikan pemberian tersebut. Tampaknya bila anak-anak dapat menyembunyikan "kekayaan" mereka, mereka tidak memberi terlalu banyak. Bila teman mereka mengetahui pilihan mereka, anak-anak akan memberi teman-teman mereka lebih banyak. Pada usia dini, anak-anak belajar memposisikan diri mereka secara sosial. Meskipun mereka belum mengetahui sosiologi dari jaringan mereka dan apa artinya reputasi sosial (biasanya sekitar usia 8 tahun), mereka berpikir secara strategis tentang memberi sebagai sebuah fungsi dari bagaimana mereka dapat mendapatkan reputasi di kalangan teman-temannya sebagai orang yang dermawan atau agen pro-sosial bila penerima memperhatikan mereka. Anak-anak dapat memodifikasi perilaku mereka sebagai respon untuk mendapatkan perhat...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas