Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bagaimana Menginspirasi Kedermawanan Pada Anak-anak

Para peneliti meneliti perilaku kedermawanan beberapa orang anak. Mereka menemukan bahwa anak-anak lebih dermawan bergantung pada apakah penerima mengetahui tentang berapa banyak anda dapat memberi dan jika orang-orang ada untuk memperhatikan pemberian tersebut. Tampaknya bila anak-anak dapat menyembunyikan "kekayaan" mereka, mereka tidak memberi terlalu banyak. Bila teman mereka mengetahui pilihan mereka, anak-anak akan memberi teman-teman mereka lebih banyak.

Pada usia dini, anak-anak belajar memposisikan diri mereka secara sosial. Meskipun mereka belum mengetahui sosiologi dari jaringan mereka dan apa artinya reputasi sosial (biasanya sekitar usia 8 tahun), mereka berpikir secara strategis tentang memberi sebagai sebuah fungsi dari bagaimana mereka dapat mendapatkan reputasi di kalangan teman-temannya sebagai orang yang dermawan atau agen pro-sosial bila penerima memperhatikan mereka.

Anak-anak dapat memodifikasi perilaku mereka sebagai respon untuk mendapatkan perhatian. Bantu anak-anak untuk memberi orang lain secara terbuka atau secara sembunyi-sembunyi. Beritahukan kepada anak-anak bahwa ucapan terima kasih memang menyenangkan tetapi hal tersebut bukan merupakan keharusan. Bila kita membantu orang lain, coba bantu anak-anak mengingat mengapa kita perlu memberi sesuatu kepada orang lain. Hal tersebut tidak selalu harus diketahui orang lain. Bila ucapan terima kasih tidak ada, bukan berarti membantu orang lain kurang berarti bagi mereka yang menerima bantuan.

Sumber: healthychildren.org


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"