Sinergi Muhammadiyah Kapuas: 73 Warga Terbantu dalam Bakti Kesehatan Jilid 2

Gambar
  Kuala KAPUAS  – Semangat kemanusiaan dan gotong royong mewarnai pelaksanaan Pengobatan Masal dan Sunatan Masal Jilid 2 yang digelar di Kabupaten Kapuas pada Senin (12/1/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU), Kesejahteraan Sosial, Lazismu, MDMC, serta seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah. Luar biasanya, seluruh pendanaan acara ini bersumber dari donasi warga dan para simpatisan, yang menunjukkan kemandirian serta kepedulian sosial yang kuat di tengah masyarakat. ​Suasana di lokasi kegiatan tampak sangat hidup dengan antusiasme warga yang hadir sejak pagi hari. Berdasarkan data panitia, sebanyak 58 peserta berhasil mendapatkan layanan pengobatan gratis dan 15 anak mengikuti prosesi sunatan masal. Kehadiran mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin turut memberikan warna tersendiri; para mahasiswa ini terjun langsung membantu pelayanan medis serta memb...

Belajar Dari Keseharian

Belajar Dari Speedometer

Speedometer membantu untuk mengetahui berapa kecepatan mobil. Keberadaannya membantu kita untuk mematuhi aturan rambu-rambu lalu lintas misalnya batasan kecepatan. Bila mobil melaju dengan kecepatan yang melebihi ketentuan yang ada di rambu-rambu lalu lintas, maka kita bisa mengurangi kecepatan. Bila kecepatan mobil lebih rendah dari kecepatan minimal yang diizinkan (misalnya di jalan Tol) maka mobil bisa dipercepat agar memenuhi kecepatan yang diminta. Jadi keberadaan speedometer ini dapat digunakan untuk mengetahui kepatuhan kita dengan peraturan yang ada.

Bila speedometer rusak maka pengemudi tidak bisa mengetahui kecepatan mobilnya. Akibatnya pengemudi tidak bisa mengetahui apakah saat itu dia sedang mematuhi rambu-rambu lalu lintas atau melanggarnya. Perumpamaan ini dapat kita gunakan dalam praktek sehari-hari. Pengetahuan kita tentang perintah dan larangan Allah SWT merupakan spedometer bagi kita. Sedangkan perintah dan larangan Allah SWT merupakan rambu-rambu bagi kita. Bila kita tidak memiliki pengetahuan tentang perintah dan larangan Allah SWT maka kita tidak akan mengetahui apakah kita mematuhi atau melanggar larangan tersebut. Itulah sebabnya keberadaan dari pengetahuan tersebut merupakan sebuah keharusan bagi kita.

Belajar dari Cloud (awan)

Teknologi sekarang memungkinkan kita untuk menyimpan file di awan (cloud). Bahkan pelanggan Office 365 diberi jatah 1 Terabyte (1000 Gigabyte) untuk setiap pengguna. Keuntungan cloud adalah file bisa diakses di mana saja asalkan ada koneksi internet. Keberadaan file di awan membuat perangkat yang kita gunakan tidak perlu terlalu banyak memiliki kapasitas penyimpanan, cukup dengan kapasitas penyimpanan kecil, tapi file-file yang diperlukan bisa diakses. Namun masalah bisa timbul bila koneksi internet tidak ada atau bila koneksi tidak kuat sedangkan file yang diakses cukup besar.

Bila dibandingkan dengan dunia ini, ada baiknya kita lebih memilih investasi dilangit sehingga tidak terlalu berat kapasitas yang diminta di dunia ini. Kalau kita sedang memerlukan sesuatu di dunia, cukup dengan jalan mengakses berbagai kebutuhan tersebut ke langit. Memang kalau akses ke langit tidak terlalu lancar maka keperluan tersebut akan lambat di dapat, tapi kalau aksesnya cukup lancar, maka dia akan segera dapat diakses.

Bersyukur memiliki geraham yang sehat

Seorang teman bercerita bagaimana sekarang dia harus memakan makanan yang tidak keras karena gigi gerahamnya sudah dicabut. Ketiadaan geraham membuatnya harus memilih-milih makanan. Kadang-kadang dia harus meninggalkan makanan yang tidak mungkin dikunyahnya. Bagi kita yang masih memiliki geraham yang sehat, kita harus banyak-banyak bersyukur karena berbagai makanan yang harus dikunyah oleh geraham masih bisa kita konsumsi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas