Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Bukan Cuma Teori



Senam pagi di halaman belakang hotel
Pertemuan Penanganan Penyakit Tidak Menular Regional Tengah yang dilaksanakan pada hari Minggu-Rabu, 15-18 Februari 2015 di Bali mencoba menerapkan apa yang selama ini dipromosikan oleh kementerian kesehatan yaitu berolahraga. Para peserta diberi tahu bahwa ada jam untuk senam pagi sebelum kegiatan dimulai. Jadi setiap pagi peserta bersama-sama melakukan senam di halaman belakang hotel.
Rapat di dalam hotel
Olahraga pada saat pertemuan sudah banyak dilakukan oleh berbagai macam lembaga di Indonesia. Hal baik ini tentu harus dilestarikan dalam rangka menjaga pola hidup sehat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)