The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Coklat Dodol Garut (Chocodot) Hadir di Kuala Kapuas

Chocodot dan Dodol Picnic
Sejak satu bulan yang lalu, mulai 29 Februari 2015, Toko Oleh-oleh Garut Chocodot dan Dodol Picnic hadir di Kuala Kapuas. Toko ini terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, samping Masjid Darul Muttaqin, Kuala Kapuas. Toko ini menyediakan Chocodot dengan berbagai rasa dan bentuknya. Selain itu juga ada Dodol Picnic dengan rasa original dan rasa-rasa lain seperti Mocca, Durian, Wijen, Jambu, Jahe+Madu, Blueberry, Selain itu toko ini juga menyediakan berbagai minuman seperti Bandrek, Beras Kencur, dan Wedang. Ada juga berbagai cemilan khas Garut. Toko ini buka dari jam 08.00 - 21.00 WIB.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas