Penduduk Indonesia Diproyeksikan Capai 328,9 Juta Jiwa pada 2050

Gambar
Indonesia masih akan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dalam beberapa dekade mendatang. Data World Population Data Sheet (WPDS) 2026 yang diterbitkan Population Reference Bureau (PRB) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada 2026 sekitar 287,2 juta jiwa . Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 308,4 juta jiwa pada 2035 dan mencapai sekitar 328,9 juta jiwa pada 2050 . Artinya, dibandingkan kondisi 2026, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan bertambah sekitar 41,7 juta jiwa dalam kurun waktu kurang lebih 24 tahun. Pertambahan penduduk ini akan membawa berbagai konsekuensi, mulai dari kebutuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, perumahan, hingga pembangunan perkotaan. Kelahiran Masih Lebih Tinggi daripada Kematian WPDS 2026 mencatat angka kelahiran Indonesia sebesar 16 kelahiran per 1.000 penduduk , sedangkan angka kematian sebesar 8 kematian per 1.000 penduduk . Pertumbuhan alami penduduk Indonesia berada pada kisaran 0,8 persen . Sementara itu, tingkat mig...

dr. Kenedi Sembiring Kunjungi Kapuas

Belum banyak orang yang mengenal dr. Kenedi Sembiring. Mungkin hal ini disebabkan karena beliau bekerja di pedalaman Kapuas yaitu sebagai dokter pertama di Puskesmas Danau Rawah. Beliau mulai bertugas di puskesmas tersebut dari tahun 1997-2000. Untuk mencapai Danau Rawah pada saat itu tidak bisa melalui jalan darat sebagaimana sekarang. Saat itu beliau harus menggunakan speedboat atau menggunakan klotok dari Tumbang Muroi ke Danau Rawah.

Keterpencilan Danau Rawah membuat dr. Kenedi terpacu untuk mempelajari bahasa setempat. Dalam waktu singkat beliau sudah terbiasa berbicara menggunakan bahasa Dayak. Hal tersebut mau tidak mau harus beliau lakukan karena bahasa masyarakat sekitar adalah bahasa Dayak.

Semangat beliau untuk menolong pasien ditunjukkan dengan kesungguhan beliau menangani pasien. Beliau pernah naik klotok dari Danau Rawah ke Mantangai mendampingi pasien untuk dirujuk ke Kuala Kapuas.

Keterpencilan dalam melaksanakan tugas tidak membuat beliau menjadi patah semangat. Beliau justru berusaha untuk bisa menikmati keberadaan beliau di sana dengan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat di sana. Beliau menikmati mengunjungi dusun-dusun terpencil yang ada di danau rawah yang harus ditempuh dalam waktu berjam-jam menggunakan klotok.

Setelah menyelesaikan PTT di Kapuas, beliau diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Jayapura. Beliau sempat mengabdi selama beberapa tahun di Puskesmas sebelum kemudian mendapatkan promosi untuk masuk ke Dinas Kesehatan Jayapura. Sekarang beliau bertugas sebagai staf di Bina Upaya Kesehatan Rujukan di Kementerian Kesehatan RI.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)