Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

dr. Kenedi Sembiring Kunjungi Kapuas

Belum banyak orang yang mengenal dr. Kenedi Sembiring. Mungkin hal ini disebabkan karena beliau bekerja di pedalaman Kapuas yaitu sebagai dokter pertama di Puskesmas Danau Rawah. Beliau mulai bertugas di puskesmas tersebut dari tahun 1997-2000. Untuk mencapai Danau Rawah pada saat itu tidak bisa melalui jalan darat sebagaimana sekarang. Saat itu beliau harus menggunakan speedboat atau menggunakan klotok dari Tumbang Muroi ke Danau Rawah.

Keterpencilan Danau Rawah membuat dr. Kenedi terpacu untuk mempelajari bahasa setempat. Dalam waktu singkat beliau sudah terbiasa berbicara menggunakan bahasa Dayak. Hal tersebut mau tidak mau harus beliau lakukan karena bahasa masyarakat sekitar adalah bahasa Dayak.

Semangat beliau untuk menolong pasien ditunjukkan dengan kesungguhan beliau menangani pasien. Beliau pernah naik klotok dari Danau Rawah ke Mantangai mendampingi pasien untuk dirujuk ke Kuala Kapuas.

Keterpencilan dalam melaksanakan tugas tidak membuat beliau menjadi patah semangat. Beliau justru berusaha untuk bisa menikmati keberadaan beliau di sana dengan terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat di sana. Beliau menikmati mengunjungi dusun-dusun terpencil yang ada di danau rawah yang harus ditempuh dalam waktu berjam-jam menggunakan klotok.

Setelah menyelesaikan PTT di Kapuas, beliau diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Jayapura. Beliau sempat mengabdi selama beberapa tahun di Puskesmas sebelum kemudian mendapatkan promosi untuk masuk ke Dinas Kesehatan Jayapura. Sekarang beliau bertugas sebagai staf di Bina Upaya Kesehatan Rujukan di Kementerian Kesehatan RI.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)