Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Penjual Tahu dan Tempe Kreatif

Para penjual sayur sedang menunggu giliran mendapatkan kantongan tahu dan tempe
Saat pulang dari Pulang Pisau, Minggu, 8 Maret 2015 di Desa Maluen, Kecamatan Basarang, sebelum Jembatan Pulau Telo, admin melihat ada sekumpulan ibu-ibu penjual sayur keliling sedang antri mendapatkan kantongan tahu dan tempe. Penjual tahu dan tempe ini mencegat para penjual sayuran keliling dan menitipkan tahu dan tempe kepada mereka. Jadi hanya dalam waktu yang singkat dia sudah mendistribusikan tahu dan tempe kepada para pedagang yang lewat di jalan tersebut. Penjual tahu dan tempe ini mengambil dagangannya dari pabrik yang letaknya tidak jauh dari jembatan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)