Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penjual Tahu dan Tempe Kreatif

Para penjual sayur sedang menunggu giliran mendapatkan kantongan tahu dan tempe
Saat pulang dari Pulang Pisau, Minggu, 8 Maret 2015 di Desa Maluen, Kecamatan Basarang, sebelum Jembatan Pulau Telo, admin melihat ada sekumpulan ibu-ibu penjual sayur keliling sedang antri mendapatkan kantongan tahu dan tempe. Penjual tahu dan tempe ini mencegat para penjual sayuran keliling dan menitipkan tahu dan tempe kepada mereka. Jadi hanya dalam waktu yang singkat dia sudah mendistribusikan tahu dan tempe kepada para pedagang yang lewat di jalan tersebut. Penjual tahu dan tempe ini mengambil dagangannya dari pabrik yang letaknya tidak jauh dari jembatan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"