Ingin Memengaruhi Seseorang? Bukan Menggurui Jawabannya, Tapi Mendengarkan

Gambar
  Dalam hidup, kita seringkali ingin orang lain memahami dan menerima sudut pandang kita. Entah itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja. Ketika dihadapkan pada perbedaan pendapat mengenai sesuatu yang kita anggap penting, insting pertama kita biasanya adalah berusaha sekuat tenaga mempertahankan posisi kita. Kita merasa perlu untuk menjelaskan argumen kita sejelas mungkin. Namun, pernahkah Anda sadar bahwa semakin kuat Anda memegang pendapat, semakin sempit pula ruang percakapan yang ada? Diskusi yang seharusnya menjadi ajang eksplorasi ide berubah menjadi ajang saling melindungi ego. Begitu seseorang merasa diserang dan masuk ke mode bertahan, akan sangat sulit untuk mencapai kemajuan apa pun. Kekuatan dari Merasa Didengarkan Ternyata, ada cara lain yang lebih efektif. Cara tercepat untuk memengaruhi seseorang bukanlah dengan menggurui, melainkan dengan mendengarkan. Sebuah studi pada tahun 2017 oleh para peneliti Guy Itzchakov, Avraham Kluger, dan Dotan Castro membuktikan ha...

Perbaikan Harus Dimulai Dari Dalam

Setiap upaya perbaikan sangat memerlukan teladan. Pasien akan sulit untuk menerima pesan bahwa rokok itu berbahaya ketika melihat bahwa dokter yang menasehatinya juga merokok. Murid akan sulit menerima nasehat dari guru untuk tidak merokok ketika melihat sang guru juga merokok. Anak akan sulit menerima nasehat dari orang tua bila melihat orang tuanya masih merokok.

Gambar diatas menunjukkan di dalam ruangan ada standing banner yang mengingatkan agar penumpang pesawat tidak duduk diatas roda berjalan. Tapi dibagian luar kita lihat petugas bandara sedang duduk diatas roda berjalan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas