The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Roti dan Pancake Durian

Mobil penjual roti dan pancake durian
Roti dan pancake durian ini dijual di sebuah mobil yang diparkir di depan Plasa Telkom, Kuala Kapuas. Mereka sudah menjual penganan ini sejak awal bulan Januari 2015 yang lalu. 
Puding rainbow (kiri) dan lempuk durian (kanan)
Mereka mulai berjualan dari jam 15.00 - sebelum Maghrib. Dilanjutkan dari setelah Maghrib sampai pukul 21.00 WIB. 

Adapun beberapa penganan yang dijual di mobil ini adalah:

  • Pancake durian - Rp 7.000 per biji
  • Roti durian - mulai dari Rp 25.000 sampai dengan Rp 55.000
  • Lempuk durian - Rp 30.000
  • Puding rainbow - Rp 13.000
Contact person:
  • HP : 082250099961
  • Pin BB : 2652C23F
  • FB : Azkiya Dut Dut gendut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas