Kapuas Lebih Aman: Saat Pasien dan Keluarga Jadi “Mitra” Keselamatan Pelayanan Kesehatan

Gambar
  Kalau mendengar kata keselamatan pasien , banyak orang membayangkan urusan rumah sakit saja—alat canggih, dokter spesialis, ruang operasi. Padahal, keselamatan pasien dimulai dari hal yang paling dekat dengan kita: komunikasi yang jelas, obat diminum dengan benar, kebiasaan cuci tangan, dan keputusan berobat yang dipahami pasien serta keluarganya. WHO melalui Global Patient Safety Action Plan 2021–2030 menegaskan visi dunia “tidak ada yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan” dan salah satu prinsip utamanya adalah melibatkan pasien dan keluarga sebagai mitra dalam perawatan yang aman .  Lebih jauh, WHO menekankan bahwa layanan kesehatan itu “diproduksi bersama” antara tenaga kesehatan dan pengguna layanan; karena itu keselamatan akan lebih mudah dicapai bila pasien terinformasi, dilibatkan, dan diperlakukan sebagai partner penuh , mulai dari kebijakan hingga keputusan di titik layanan ( shared decision-making ).  Di Kabupaten Kapuas—dengan wilayah yang luas, banyak des...

IDI Cabang Kapuas Dukung Program BASNO di Basarang

dr. Safira (kiri) menyerahkan bantuan kepada Camat Basarang (kanan)
Pada hari Jaum'at, 24 April 2015 bertempat di Kecamatan Basarang dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan Jamban Jongkok sebanyak 36 buah dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kapuas yang diwakili oleh ketuanya, dr. Safira Amira Tjandrasari, Sp.KJ kepada Camat Basarang, Bapak Aswan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program Buang Air Besar Sembarangan Nol (BASNO) di tiga desa di Kecamatan Basarang.

Sumber: dr. David Abiyoso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas