Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Kembali Menggunakan Ubuntu 14.04 LTS

Desktop Ubuntu 14.04 LTS
Saat laptop Acer Aspire 4750 divonis tidak lagi bisa diservis karena ada masalah pada booting dan harddisk-nya, saya mulai terpikir kembali untuk menggunakan Linux. Linux dikenal sebagai "operating system" yang ringan dan tidak memerlukan ruang dan memori yang besar. Ditambah lagi, dengan kerusakan pada harddisk, Windows 8.1 menjadi sangat lambat.

Saat beralih ke Ubuntu, tidak terlalu banyak aplikasi yang harus saya install karena program standar yang ada di Ubuntu sudah sangat memadai. Karena saya terbiasa menggunakan Chrome, syukurnya Chrome menyediakan versi Linus yang stabil. Kemampuannya pun sama dengan kemampuannya di Windows.

Untuk mengganti Ayat (program Qur'an) saya menggunakan Zekr. Meskipun tidak secanggih Ayat, paling tidak di Zekr ini kita bisa membaca ayat Qur'an, membaca terjemahannya dan mendengarkan bacaan Qur'an dari berbagai iman. Zekr juga punya kemampuan mengulang ayat Qur'an yang dibaca.

Untuk menginstall printer awalnya saya mengalami kesulitan untuk mencari driver-nya. Syukurnya Ubuntu punya kemampuan "update" (pembaruan) harian. Sehingga pada sore harinya, masalah driver untuk printer sudah terpecahkan.

Untuk mengakses Bayyinah.tv saya biasa menggunakan VPN - Hide My Ass. Pada awalnya saya menggunakan "PPTP dan L2TP Setup". Tapi karena gagal, akhirnya saya menggunakan "OpenVPN Setup", alhamdulillah berhasil. Jadi hampir semua hal yang saya bisa nikmati di Windows 8.1 sekarang bisa saya nikmati di Ubuntu kecuali beberapa program seperti produk Visible Body yang tidak ada versi Linux-nya.

Buku-buku yang ada di Kindle bisa diakses dengan menggunakan AmazonCloudReader, tapi untuk buku yang besar seperti Pathophysiology tidak bisa diakses secara "offline".

Yang terasa agak kehilangan adalah dengan Onedrive punya Microsoft. Sebenarnya Ubuntu sangat handal dalam masalah "cloud", namun saya masih belum terbiasa dengan Ubuntu "cloud tools".

Enaknya menggunakan Ubuntu adalah, berbagai masalah tinggal "Googling" saja, karena banyak orang yang menyediakan jawaban terhadap masalah yang kita hadapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini