Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Rambutan Rapiah - lebih dihargai

Rambutan Rapiah
Rambutan Rapiah di Wonogiri harganya Rp 15.000 per kilo (pada ikatan diatas 32 biji). Rambutan ini memang didatangkan dari jauh yaitu dari Sidoarjo. Tapi kalau melihat harganya, ini persis harga rambutan Antalagi di Kapuas saat baru panen dimana harganya bisa mencapai Rp 5.000 per 10 biji. Tapi dengan semakin banyaknya buah rambutan yang tersedia di Kapuas maka harganya bisa mencapai Rp 700 per 10 biji, bahkan ada yang menjual satu pohon hanya seharga Rp 100.000. Saat admin melihat harga Rambutan Rapiah di Trubus Online, harganya Rp 50.000. Nampaknya perlu dipikirkan strategi untuk meningkatkan nilai jual dari rambutan Antalagi di Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"