Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

A Night to Remember (1)

Tulisan ini merupakan catatan dari ceramah Ustadz Nouman Ali Khan:

Rujukan materi ini adalah surat Thaha (surat ke-20):

Ayat 9 - Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

Kisah ini merupakan hiburan bagi Rasulullah karena beberapa kisah Nabi Musa ada yang sesuai dengan apa yang dialami oleh Rasulullah.

Ayat 10 - Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: 'Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu'.

Ayat ini diawali dengan kisah Musa yang melarikan diri ke negeri Madyan setelah secara tidak sengaja membunuh seorang Mesir. Di negeri Madyan Musa membantu dua orang wanita yang sedang mengantri untuk memberi minum bagi binatang ternak mereka. Setelah itu beliau diminta untuk datang ke rumah Syu'aib. Setelah menceritakan kisahnya, beliau ditawari untuk menikahi salah satu dari dua anak perempuan Syu'aib dengan mahar menggembalakan domba selama 8 tahun.

Nouman Ali Khan menekankan hal yang menarik mengenai Musa. Seorang yang menjadi buronan, tunawisma, pengangguran malah ditawari untuk menjadi menantu.

Setelah Musa menunaikan maharnya yang digenapkan menjadi 10 tahun, beliau bersama keluarga kembali ke Mesir. Dalam perjalanan di malam hari, beliau melihat ada api diatas bukit. Beliau minta izin kepada keluarganya untuk naik ke atas bukit tersebut untuk mengambil api dan mendapatkan informasi dari orang yang ada di atas bukit tersebut.

Menurut versi orang-orang Yahudi, kejadian ini bukan terjadi ketika Musa kembali ke Mesir bersama dengan keluarganya, melainkan terjadi ketika Musa sedang menggembalakan kambing di malam hari. Cerita ini sengaja diselewengkan oleh orang Yahudi karena penduduk Madyan merupakan keturunan orang Arab. Sedangkan dalam agama Yahudi, garis keturunan itu diambil dari garis ibu, jadi anak-anak Musa merupakan keturunan Arab, bukan Yahudi. Hal ini tidak diinginkan oleh orang-orang Yahudi.

Pada mulanya api yang akan diambil oleh Musa akan digunakan untuk keluarganya. Ternyata kelak petunjuk tersebut tidak hanya bermanfaat untuk keluarganya saja, tapi juga bermanfaat bagi seluruh Bani Israil.

Ayat 11 - Maka ketika ia datang ke tempat itu ia dipanggil: 'Hai Musa.

Kita mesti membayangkan bahwa Musa menaiki bukit di malam hari, kemudian ketika dia sampai diatas bukit tersebut ada suara yang memanggil namanya, "Hai Musa". Kita mesti membayangkan bagaimana terkejutnya Musa.

Ayat 12 - Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu; sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa. 

Nouman Ali Khan membandingkan perintah pertama yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad dengan Nabi Musa:

  • Perintah pertama yang diterima Nabi Musa adalah "tanggalkanlah kedua terompahmu"
  • Perintah pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah "bacalah"
(Insya Allah bersambung.........)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)