Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bersepeda berangkat dan pulang sekolah

Pulang sekolah bersepeda di Teluk Palinget
Menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk berangkat dan pulang sekolah sudah dilakoni sejak dulu oleh para pelajar. Sebagaimana yang dijalani oleh para pelajar di Kecamatan Pulau Petak. Mereka sudah menggunakan sepeda sejak jalan di tempat ini sangat berdebu kalau kemarau dan becek saat musim hujan. Sekarang dengan tersedianya aspal yang mulus, perjalanan mereka lebih lancar. Malah sekarang banyak diantara mereka yang "kebut-kebutan" di jalan ini.

Di kota, kebiasaan naik sepeda ke sekolah masih dilakoni oleh sebagian pelajar di tingkat SMA dan sederajat, namun kebiasaan sehat ini mulai tergantikan dengan kendaraan bermotor yang makin banyak dimiliki oleh pelajar tingkat SMA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"