Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sepeda

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Toko "Sepeda" Kurnia

Gambar
Pada hari Selasa, 28 Maret 2017 yang lalu, istri admin membeli sepeda Lady Bike untuk olahraga. Tapi admin yang langsung menggunakan sepeda tersebut untuk jalan-jalan ke Panamas. Rupanya di tengah jalan, pedal kirinya longgar dan lepas. Pada hari Minggu, 2 April 2017, admin membawa sepeda tersebut ke Toko "Sepeda" Kurnia yang terletak di Jalan Melati, tempat sepeda tersebut dibeli. Sesampainya di sana, admin langsung menyampaikan keluhan. Rupanya setelah diperiksa oleh pemilik toko, mur yang dipasang oleh asisten saat pembelian, terbalik. Setelah dibalikkan murnya, kemudian dikencangkan, masalah selesai.

Maling sepeda di Jalan Kolonel Sugiono

Gambar
Sepeda yang sempat digondol maling Pada hari Jum'at, 24 Maret 2017 setelah pulang shalat subuh di depan rumah admin melihat ada orang yang menuntun sepeda diperbatasan rumah admin dengan rumah tetangga. Admin bertanya kepadanya, sedang apa Pak? Dia menjawab: "Handak bahirak". Admin curiga karena sepeda yang dituntunnya mirip dengan sepeda anak admin. Admin segera berlari ke rumah untuk memastikan apakah sepeda tersebut masih ada di rumah atau tidak. Setelah melihat bahwa sepeda itu tidak ada, admin langsung mengejar maling tersebut. Maling tersebut lari, tapi melihat dia tidak menggunakan sepeda yang dicurinya, admin langsung curiga, apa mereka berdua. Admin langsung menghentikan lari dan menelusuri keberadaan sepeda tersebut. Syukurlah rupanya sepedanya di letakkan ditrotoar yang tertutup dengan pepohonan. Rupanya maling dengan mudah membawa sepeda tersebut karena ada di beranda rumah dalam keadaan tidak terkunci.

Bersepeda berangkat dan pulang sekolah

Gambar
Pulang sekolah bersepeda di Teluk Palinget Menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk berangkat dan pulang sekolah sudah dilakoni sejak dulu oleh para pelajar. Sebagaimana yang dijalani oleh para pelajar di Kecamatan Pulau Petak. Mereka sudah menggunakan sepeda sejak jalan di tempat ini sangat berdebu kalau kemarau dan becek saat musim hujan. Sekarang dengan tersedianya aspal yang mulus, perjalanan mereka lebih lancar. Malah sekarang banyak diantara mereka yang "kebut-kebutan" di jalan ini. Di kota, kebiasaan naik sepeda ke sekolah masih dilakoni oleh sebagian pelajar di tingkat SMA dan sederajat, namun kebiasaan sehat ini mulai tergantikan dengan kendaraan bermotor yang makin banyak dimiliki oleh pelajar tingkat SMA.

Telur Ayam Di Keranjang Sepeda

eggs in the basket bike by jumatil on photosynth Sepeda ini memang sudah lama tidak digunakan, karena masing-masing penghuni rumah sudah memiliki kendaraan masing-masing. Rupanya sepeda ini diperhatikan oleh induk ayam. Dia melihat ini merupakan tempat yang cukup ideal untuk bertelur. Ketika saya dan istri pergi ke Palangka Raya selama tiga hari dua malam, rupanya sang ayam mulai bertelur di keranjang sepeda. Pada hari Senin, 11 Mei 2015, telurnya sudah berjumlah dua butir.

Bike To School

Gambar
Bersepeda ke sekolah Bersepeda ke sekolah merupakan pemandangan yang biasa kita lihat dimana-mana di Kota Kuala Kapuas. Dari pengamatan sepintas di pagi hari di Jalan Patih Rumbih, pengguna sepeda terbanyak adalah siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), kemudian Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Sekolah Dasar (SD).  Dengan meningkatnya kesempatan siswa SLTA untuk mengendarai sepeda motor, makin berkurang jumlah mereka yang mengendarai sepeda, meskipun jumlahnya masih banyak. Dari hari ke hari jumlah pengguna sepeda motor di SLTA makin banyak, meskipun umur mereka masih belum memungkinkan. Sampai saat ini di Kabupaten Kapuas masih belum tersedia jalur khusus untuk berpeda. Para pesepeda bersaing dengan sepeda motor, mobil dan truk dalam menggunakan jalan. Resiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat dengan penggunaan jalan secara bersama ini. Perlu dipikirkan jalur khusus untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan