The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Toko "Sepeda" Kurnia

Pada hari Selasa, 28 Maret 2017 yang lalu, istri admin membeli sepeda Lady Bike untuk olahraga. Tapi admin yang langsung menggunakan sepeda tersebut untuk jalan-jalan ke Panamas. Rupanya di tengah jalan, pedal kirinya longgar dan lepas. Pada hari Minggu, 2 April 2017, admin membawa sepeda tersebut ke Toko "Sepeda" Kurnia yang terletak di Jalan Melati, tempat sepeda tersebut dibeli. Sesampainya di sana, admin langsung menyampaikan keluhan. Rupanya setelah diperiksa oleh pemilik toko, mur yang dipasang oleh asisten saat pembelian, terbalik. Setelah dibalikkan murnya, kemudian dikencangkan, masalah selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas