Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Buka puasa di rumah Bapak Agung Suyatno
Setiap tahun banyak warga Kapuas yang menyelenggarakan buka puasa bersama di rumah. Biasanya mereka tidak melupakan anak yatim. Pada buka puasa bersama yang diselenggarakan Bapak Agung Suyatno pada hari Sabtu, 27 Juni 2015 juga tidak melupakan anak-anak dari Panti Asuhan Budi Sejahtera yang dipimpin oleh Guru Aspihani. Buka puasa diawali dengan pembacaan Yasin, Al Waqi'ah, Al Mulk, fatihah empat, tahlil, do'a dan istighfar.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)