Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

UD. Nabil Reihan Rotan

Hiasan sepeda dari rotan
Usaha Daerah ini terletak di Jl. Durian RT 01 Pulau Telo Baru, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Telepon yang dapat dihubungi adalah Ibu Salasiah (082156209700) dan Bapak Slamet (082158924147).
Tempat sampah kering dari rotan
Ibu Salasiah sudah sejak kecil menganyam rotan. Sejak 8 tahun yang lalu beliau melihat bahwa bagian dalam rotan yang sering dibuang sebenarnya bisa dimanfaatkan. Sejak saat itu beliau mulai membuat berbagai macam perkakas dari "hatinya rotan".
Tempat sampah kering dari rotan
Bentuk-bentuk kerajinan rotan yang dihasilkan dari "hatinya rotan" ini ada yang berupa tempat tisu, tempat "aqua gelas", tempat sampah kering dengan berbagai macam bentuk, ada yang berbentuk katak, ada yang berbentuk Doraemon, ada yang berbentuk gajah.
Helm yang dilapis rotan (koleksi pribadi)
Suami istri ini mampu menyelesaikan satu sampai tiga bentuk kerajinan yang sederhana  (tempat sampah kering bentuk katak) dalam waktu satu hari.
Ibu Salasiah dan tudung saji dari rotan
Ibu Salasiah sudah menjadi duta dari Kalimantan Tengah ke berbagai acara tingkat nasional. Beliau pun sudah banyak menerima pesanan kerajinan rotan dari berbagai tempat. Bahkan ada tikar produksi beliau yang diekspor ke Jepang.
Tempat tisu dari rotan
Saat ini beliau mempekerjakan 15 orang karyawan. Beliau juga sering diminta oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk memberikan pelatihan kepada para pemuda-pemudi tentang ketrampilan menganyam rotan. Saat ini sudah lebih dari 30-an pemuda yang beliau latih menganyam dan sekarang sudah mahir menganyam. Beliau akan melibatkan mereka bila banyak pesanan.
Meja dan kursi yang dilapis rotan
Selain kerajinan yang bentuknya kecil-kecil, mereka juga menerima pesanan pembuatan meja dan kursi dari rotan, baik yang memakai kerangka kayu ataupun tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)