Dari Basarang melewati jalan ke Batanjung menuju ke Murung Keramat tanpa naik ferry

Dari pertigaan Kantor Desa Tambun Raya ini kita menyeberangi jembatan yang melintasi Anjir Basarang. Terus sampai Desa Basarang, besok kiri lalu sampai ke sekolah, belok kanan menyeberangi jembatan. Terus lurus melewati Masjid Mujahidin Noor di sebelah kiri jalan. Ketika sampai di perempatan Desa Pangkalan Rekan terus lurus sampai ke Gerbang Kelurahan Panamas.  Setelah menyeberangi jembatan, mentok, belok kiri, mentok lalu belok kanan. Terus lurus sampai mentok, belok kanan, lalu belok kiri. Terus sampai mentok. Lalu belok kiri. Terus, kita akan sampai di Fery Penyeberangan Murung Keramat.

Todongan yang tidak bisa ditolak

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, hari pertama Idul Fitri dijalani dengan mengunjungi rumah para sesepuh dan teman-teman di Kuala Kapuas. Masalah yang sering dialami adalah kalau ditawari makan di masing-masing rumah yang dikunjungi. Kami sekeluarga berencana untuk tahun ini sebisa mungkin menolak tawaran untuk makan dengan cara halus. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat kebiasaan "harus" makan saat mengunjungi rumah teman atau tetangga membuat anak-anak tidak suka untuk berkunjung ke rumah para tetangga dengan alasan "sakit perut" karena kekenyangan.

Pada kunjungan pagi hari setelah shalat Idul Fitri, kami hanya makan sedikit di rumah pertama. Makan sedikit kue pada rumah kedua dan ketiga. Pada rumah keempat ada yang cuma makan es buah dan ada yang makan dua tusuk sate dengan sedikit lontong. Pada rumah yang kelima kami cukup menikmati es buah dan kacang saja. Nampaknya strategi untuk tidak terlalu kenyang pagi ini cukup berhasil.

Setelah shalat Ashar, kunjungan ke tetangga dimulai. Pada rumah pertama, kami hanya menikmati es buah. Tapi di rumah kedua, kami langsung disajikan lontong plus sayur dan ikan haruan. Karena sudah disajikan di depan orang banyak, kami mau tidak mau memakannya dengan senang hati. Pada rumah ketiga kami kembali ditodong dengan ketupat kandangan, kami juga memakannya dengan senang hati. Pada rumah keempat kami ditawari untuk menikmati bakso, tapi kami memilih untuk memakan es buah saja.

Setelah itu kami langsung pulang ke rumah untuk mempersiapkan shalat Maghrib. Nampaknya strategi untuk mengurangi makan saat lebaran ini kurang berhasil. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas