Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Lomba Panjat Pinang Dalam Rangka HUT RI ke-70

Lomba panjat pinang
Pada hari Senin, 17 Agustus 2015 warga RT 20 Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas merayakan HUT RI ke-70 dengan menyelenggarakan berbagai macam lomba, diantaranya adalah lomba panjat pinang. Lomba ini dilaksanakan di lapangan yang ada di samping Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kapuas. Pemuda dan remaja meramaikan kegiatan lomba ini. Hadiah yang disediakan pun cukup sederhana mengingat keterbatasan dana penyelenggaraan lomba ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)