Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Himpaudi Kapuas Mantapkan Kurikulum 2013

Ibu Pepi (Ketua Himpaudi Kapuas) sedang memberikan sambutan
Pada hari Selasa-Kamis, 8-10 September 2015 bertempat di Gedung Wanita Lawang Kameloh, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Kegiatan Pengembangan dan Pemantapan Kurikulum 2013 Menuju Lembaga Berkualitas dan Siap Diakreditasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Kapuas, Ibu Ary Egahni, SH dan pemateri berasal dari Himpaudi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari PAUD, Kelompok Belajar, TPQ, Sekolah Hari Minggu dan TK.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)