Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Kapuas terima JKN Award

Para Bupati yang menerima award secara simbolis
Bupati Kapuas, Ir. Ben Brahim S. Bahat, MM, MT diundang oleh BPJS Kesehatan untuk menerima JKN Award Kategori Partisipasi Pemerintah Daerah. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta pada hari Selasa, 1 September 2015.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris menyampaikan bahwa ada 13 provinsi dan 236 kabupaten/kota yang mengelola Jamkesda untuk sekitar 11 juta masyarakat miskin. Secara nasional sudah lebih dari 150 juta masyarakat yang di-"cover" oleh BPJS Kesehatan. 

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Gazali Situmorang mengatakan bahwa 76,4 juta masyarakat yang ditanggung oleh Jamkesmas. Setelah itu jumlahnya ditambah menjadi 86,4 juta. Bagi daerah yang orang miskinnya melebihi kuota yang diberikan, dipersilahkan untuk membuat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Jamkesda diharapkan berakhir pada tahun 2016. Pada tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan untuk 92,4 juta masyarakat sebagai anggota BPJS Kesehatan dengan premi Rp 23.600. Meskipun belum sesuai dengan usulan DJSN, pemerintah akan menyediakan dana talangan. 

Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan prioritas kepada pelayanan primer. Diharapkan mereka bisa melaksanakan pelayanan kesehatan yang integratif, yang tidak hanya mengutamakan kuratif dan rehabilitatif tetapi mengutamakan promotif dan preventif. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas