BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Pembagian Manusia Berdasarkan Al Wala wal Bara

Oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Manusia:
  • Mutlak dicintai
  • Di satu sisi dicintai, di sisi lain dibenci
  • Mutlak dibenci / dimusuhi

Jenis kedua
  • Orang yang berhak mendapatkan wala di satu sisi dan berhak mendapatkan bara' di sisi lain;
  • Yaitu seorang muslim yang melakukan maksiat, yang melalaikan sebagian agamanya dan melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan Allah, namun tidak menyebabkan ia menjadi kafir dengan tingkat kufur besar

Khawarij mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar (berzina, berjudi, membunuh) apapun motifnya. Bagi mereka hanya dua istilah, Islam atau kafir. Yang tidak menjalankan Islam secara total dianggap sebagai kafir. Salah satu dampak dari pemikiran ini adalah sampai ada orang yang tidak melakukan tegur sapa kepada pelaku maksiat, termasuk pelaku bid'ah. Ini adalah manhaj yang tidak benar. Menurut para ulama, kita mencintainya menurut keimanan yang dimilikinya.

Syaikh Shalih Al Fauzan: "Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi yang lain. Maka berkumpul padanya kecintaan dan permusuhan, mereka itu adalah para pelaku maksiat dari kaum mukminin. Mereka dicintai karena keimanan yang ada pada mereka, dan mereka dibenci karena kemaksiatan mereka yang dibawah kekufuran dan kesyirikan. Akan tetapi mereka tidak dibenci dengan kebencian murni dan berbaro' dari mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Khowarij tentang pelaku dosa besar yang dibawah kesyirikan…" (Al-Wala wa Al-Baro hal 12-14).

Syaikh bin Baz: dan hendaknya ia membenci ahli bid'ah sesuai dengan kadar bid'ahnya selama bid'ahnya tidak sampai kepada bid'ah yang  mengkafirkan pelakukan dan membenci pelaku maksiat sesuai kadar maksiatnya dengan tetap mencintai mereka karena Allah


Syaikh Shalih Al Fauzan: orang-orang yang dibenci dan dimusuhi dengan kebencian dan permusuhan yang murni, tanpa disertai dengan kecintaan dan loyalitas. Mereka adalah orang-orang kafir murni dari kalangan kafirin, musyrikin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)