Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Pembagian Manusia Berdasarkan Al Wala wal Bara

Oleh Ustadz Suriani Jiddy, Lc

Manusia:
  • Mutlak dicintai
  • Di satu sisi dicintai, di sisi lain dibenci
  • Mutlak dibenci / dimusuhi

Jenis kedua
  • Orang yang berhak mendapatkan wala di satu sisi dan berhak mendapatkan bara' di sisi lain;
  • Yaitu seorang muslim yang melakukan maksiat, yang melalaikan sebagian agamanya dan melakukan sebagian perbuatan yang diharamkan Allah, namun tidak menyebabkan ia menjadi kafir dengan tingkat kufur besar

Khawarij mengkafirkan orang yang melakukan dosa besar (berzina, berjudi, membunuh) apapun motifnya. Bagi mereka hanya dua istilah, Islam atau kafir. Yang tidak menjalankan Islam secara total dianggap sebagai kafir. Salah satu dampak dari pemikiran ini adalah sampai ada orang yang tidak melakukan tegur sapa kepada pelaku maksiat, termasuk pelaku bid'ah. Ini adalah manhaj yang tidak benar. Menurut para ulama, kita mencintainya menurut keimanan yang dimilikinya.

Syaikh Shalih Al Fauzan: "Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi yang lain. Maka berkumpul padanya kecintaan dan permusuhan, mereka itu adalah para pelaku maksiat dari kaum mukminin. Mereka dicintai karena keimanan yang ada pada mereka, dan mereka dibenci karena kemaksiatan mereka yang dibawah kekufuran dan kesyirikan. Akan tetapi mereka tidak dibenci dengan kebencian murni dan berbaro' dari mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Khowarij tentang pelaku dosa besar yang dibawah kesyirikan…" (Al-Wala wa Al-Baro hal 12-14).

Syaikh bin Baz: dan hendaknya ia membenci ahli bid'ah sesuai dengan kadar bid'ahnya selama bid'ahnya tidak sampai kepada bid'ah yang  mengkafirkan pelakukan dan membenci pelaku maksiat sesuai kadar maksiatnya dengan tetap mencintai mereka karena Allah


Syaikh Shalih Al Fauzan: orang-orang yang dibenci dan dimusuhi dengan kebencian dan permusuhan yang murni, tanpa disertai dengan kecintaan dan loyalitas. Mereka adalah orang-orang kafir murni dari kalangan kafirin, musyrikin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas